Academiamu
No Result
View All Result
Selasa, Maret 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Nasionalisme Menjadi Tantangan bagi Generasi Milenial Indonesia tahun 2045

by academiamu
Oktober 18, 2021
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Nasionalisme Menjadi Tantangan bagi Generasi Emas Indonesia tahun 2045
156
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kelompok generasi milenial memandang batas-batas negara-bangsa, baik secara fisik maupun gagasan, merupakan sesuatu yang dinegosiasikan terus-menerus. Pandangan ini berkebalikan dengan yang dimiliki oleh generasi-generasi sebelum mereka. Menurut Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Najib Burhani, milenial tidak lagi terikat oleh suatu bangsa, mereka juga tidak lagi terikat dengan masa lalu perjuangan suatu bangsa.

Generasi milenial merupakan generasi masa kini yang lahir pada 1980-an hingga 2000-an. Generasi ini sangat lekat dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan sering kali diasumsikan sebagai disruptor melalui keterhubungan dengan internet.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

Keadaan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, sebab putra-putri bangsa, generasi emas yang akan memimpin Indonesia di tahun 2045 akan sama sekali berbeda pandangannya terhadap konsep negara-bangsa dengan putra-putri bangsa tahun 1945, yang mengalami konstruksi kemerdekaan.

“Dan ini kontras kalau kita lihat dengan konsep dibawa pemimpin-pemimpin tertentu yang menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati, jadi ini adalah konsep tanah air dalam bentuk yang nyata,” ungkap Najib pada (15/10) di Pengajian Umum PP Muhammadiyah secara daring.

Mengutip Ibnu Nadzir, penulis buku Nasionalisme Ala Milenial, Sebuah Disrupsi ?, Prof Najib menjelaskan, bahwa nasionalisme tidak dipahami sebagai ikatan eksklusif terhadap satu entitas Negara-bangsa. Namun sebaliknya, bentuk nasionalisme kelompok milenial ini membuka kemungkinan untuk bertautan dengan identitas lain di luar negara-bangsanya.

Terkait dengan itu, peneliti senior sekaligus Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini menyebut penjelasan tersebut memiliki kemiripan dengan makna Muhammadiyah Berkemajuan. Di mana dalam Tanfidz 2010 disebut sebagai kesadaran bagian dari warga dunia, serta keinginan sharing dan berperan dalam membentuk peradaban dunia global.

“Tentu saja memiliki kaitan dengan kebangsaan dalam pemahaman lamanya. Tetapi mulai beranjak ke pemahaman yang lebih global terhadap kemanusiaan itu sendiri,” ungkapnya.

Prof. Najib melanjutkan, perubahan pemahaman tentang konsep Negara-bangsa di kelompok milenial menjadikan tantangan bagi nasionalisme. Sebab kelompok milenial tidak terhubung ke masa lalu, tetapi lebih terhubung ke masyarakat dunia melalui gawai.

“Ketika kita bicara nasionalisme antara yang dahulu tahun 1945 yang pernah mengalami konstruksi kemerdekaan, dengan nanti di tahun 2045, 100 tahun kemudian akan berbeda maknanya. Dan tantangannya, tantangan yang berbeda,” kata Najib.

Baca Juga : Peran Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan dalam Menangani Covid-19

Tags: LIPI

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif