Academiamu
No Result
View All Result
Minggu, Maret 8, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

MAHASISWA UNY RAIH MEDALI PERUNGGU PON XX PAPUA

by academiamu
Oktober 20, 2021
in Info Kampus, Inspirasi
Reading Time: 2 mins read
A A
MAHASISWA UNY RAIH MEDALI PERUNGGU PON XX PAPUA
161
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

PON XX Papua dirasakan sebagai berkah tersendiri bagi pasangan Andreas Tulus Pambudi dan Yogi Adi Purnama mahasiswa UNY karena mereka berhasil meraih medali perunggu cabang olahraga kempo kategori Embu Pasangan Pa Kyukensi. Selain itu pasangan ini juga diterima pada program studi D4 Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi UNY angkatan 2021. Para mahasiswa baru tersebut diterima melalui jalur seleksi mandiri.

Yogi Adi Purnama berkisah baru pertama kali terjun di event nasional. “Mental saya waktu bertanding saya agak grogi karena saat Pra PON mendapat peringkat 4” katanya. Namun berkat rangkulan pelatih dan tim yang memberi semangat dan kepercayaan dia dapat melawan rasa keraguan tersebut sehingga bisa naik podium dan mendapat perunggu. Tentang persiapan yang dilakukan sebelum maju ke PON XX, Yogi mengaku yang pertama adalah membentuk mindset juara dengan berlatih lebih keras agar mencapai yang diimpikan sekaligus mempersiapkan fisik dan teknik dengan matang. Andreas Tulus Pambudi mengatakan bahwa mereka ikut Pelatda di Desa Logandeng Playen Gunungkidul sejak April hingga Oktober 2020. “Kami banyak berlatih fisik mulai dari jogging, berlatih kelincahan, berenang dan variasi latihan fisik yang lain” kata Andreas. Dia memaparkan bahwa dalam pertandingan kempo PON XX ada 2 nomer yang dipertandingkan yaitu randori/fight dan embu/seni. Dimana dalam nomor fight itu jika point menendang di bagian pelindung dan berbunyi makan mendapat point, sedangkan dalam nomor embu/seni itu rangkaian dari teknik dasar digabung menjadi satu. Menurut Andreas cuaca di Papua sangat berbeda dengan DIY. Di Papua ini mereka merasakan panas, namun saat di DIY pelatih telah mengajarkan cara beradaptasi yaitu mengintruksikan untuk lari siang, sehingga bisa sedikit menyesuaikan dengan cuaca di Papua. Pelatih Kempo DIY, Agung Wibowo mengatakan capaian ini sudah sesuai dengan target mereka karena di babak kualifikasi, Yogi dan Andreas mendapatkan peringkat empat. Mereka juga menurutnya potensial untuk dikembangkan lagi di PON 2024 mendatang karena saat ini usia mereka masih muda.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

Kempo mulai dipertandingkan sejak PON IX tahun 1977 di Jakarta. Sejarah Kempo sendiri berasal dari Jepang sebagai sistem pelatihan dan pengembangan diri. Falsafahnya semua kenshi (pemain Kempo) dilarang menyerang terlebih dahulu sebelum diserang. Hal ini menjadi doktrin Kempo bahwa ‘perangilah dirimu sendiri sebelum memerangi orang lain’. Doktrin ini mempengaruhi pola susunan beladiri, sehingga gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak/menangkis serangan dahulu, baru kemudian membalas. Selanjutnya disesuaikan menurut kebutuhan yakni menurut keadaan serangan lawan. Kempo mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang juga tidak selalu setiap serangan dibalas dengan kekerasan. Sehingga dalam ilmu kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja, cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan apabila terpaksa barulah dilakukan penghancuran titik-titik lemah lawan. (Dedy, UNY)

Baca Juga : Beberapa Program Studi UNNES Tersertifikasi Akreditasi Internasional AQAS

Tags: PONUNY

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1264 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif