Academiamu
No Result
View All Result
Kamis, Januari 22, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Membedah Karya Abdulrazak Gurnah, Peraih Nobel Sastra 2021

by academiamu
November 8, 2021
in Info Kampus, Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
Membedah Karya Abdulrazak Gurnah, Peraih Nobel Sastra 2021
157
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sastrawan Inggris Abdulrazak Gurnah meraih hadiah Nobel Sastra 2021. Dalam kajian sastra secara umum, karya-karya Gurnah dinilai menjadi panutan karena menampilkan realitas kehidupan yang digambarkan dalam tokoh fiksi.

Demikian disampaikan Dosen Departemen Susastra dan Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Lestari Manggong, M.A., pada diskusi  Satu Jam Berbincang Ilmu “Menggoyak Alpa, Menolak Lupa: Pengabaian dalam Karya Abdulrazak Gurnah”, Sabtu (6/11/2021).

RelatedPosts

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

Mahasiswa Unismuh Latih Public Speaking Siswa

Sastrawan asal Pulau Zanzibar, Tanzania, ini dikenal sebagai penulis yang mengangkat isu identitas dan diskriminasi kaum imigran di Eropa. Hal ini tergambarkan dalam 10 novel yang ditulisnya sejak 1987 hingga 2020.

“Dari pemaparan garis besar cerita 10 novel tersebut, tampak bahwa isu utama yang mengemuka adalah dampak dari persitegangan di tanah kelahiran yang menyebabkan para karakter dalam cerita tersebut pergi ke tempat baru dengan membawa ingatan sejarah kolonial mereka dan identitas ras yang membuat mereka didiskriminasi,” papar Lestari.

Kepergian ini, lanjut Lestari, memaksa mereka untuk mengabaikan tanah kelahiran dan melalaikan masa lalu. Namun, hal ini sulit dilakukan karena ingatan akan tanah kelahiran terus mengemuka.

Kondisi ini banyak ditemukan dan dipermasalahkan pada karya sastra poskolonial, atau karya sastra yang berfokus pada dampak kolonialisme Eropa di wilayah koloninya.

Kendati tidak secara langsung berbicara mengenai pengalamannya sebagai imigran di Inggris, Abdulrazak Gurnah nyatanya memanfaatkan karakter fiksi untuk menjelaskannya.

Lestari memaparkan, dari dua novel Gurnah misalnya, yaitu Desertion (2005) dan Admiring Silence (1996), tersebar banyak pemarkah yang mengindikasikan bahwa kedua novel tersebut merupakan karya narasi hidup yang difiksikan.

“Kata ‘memoar’ yang secara eksplisit disebut dalam Desertion, di satu sisi memvalidasi bahwa kisah yang ditulis merujuk pada pengalaman pribadi Amin (tokoh dalam novel). Namun, di sisi lain, ada maksud terselubung yang memberi petunjuk bahwa kisah yang ditulis merujuk pada pengalaman Gurnah yang difiksikan,” ungkap Lestari.

Peneliti sastra poskolonial ini mengatakan, dalam kajian poskolonial, karya-karya Abdulrazak Gurnah membantu pembaca memahami persitegangan antara wilayah koloni (periferi) dengan pusat (imperium).

Namun, dalam konteks lebih luas, karya-karya Gurnah membantu menghadirkan representasi sosok yang mengalami penindasan, ketidaksetaraan, dan diskriminasi. “Karya-karya Gurnah dapat membantu masyarakat luas mendapatkan gambaran mengenai apa saja yang melatari perlakuan tersebut,” kata Lestari.* (Unpad)

Baca Juga : Walikota Semarang Raih Gelar Doktor FISIP UNDIP

Tags: UNPAD

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1255 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    282 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Desember 16, 2025
Gambar kerjasama UMSA-UMP

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

November 9, 2025

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif