Academiamu
No Result
View All Result
Selasa, Maret 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Profesor Damayanti Buchori Jelaskan Pentingnya Serangga bagi Kehidupan

by academiamu
Maret 8, 2022
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
profesor-damayanti-buchori-jelaskan-pentingnya-serangga-bagi-kehidupan
158
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Serangga merupakan salah satu penyusun ekosistem yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan. Seiring dengan berjalannya waktu, populasi serangga semakin terancam dan akan semakin parah apabila tidak dilakukan upaya pencegahan.
 
Prof Damayanti Buchori, entomologis dari Departemen Proteksi Tanaman IPB University menjelaskan bahwa secara keseluruhan, penurunan populasi serangga tidak terjadi pada semua spesies. “Berdasarkan data yang ada, populasi serangga yang menurun itu adalah lebah, sedangkan hama-hama invasif justru bertambah karena meluasnya daerah yang mereka kolonisasi,” ujar Prof Damayanti Buchori, Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.
 
Prof Damayanti melanjutkan, beberapa sebab menurunnya populasi serangga adalah adanya alih fungsi lahan dari hutan ke tata guna lahan lain (deforestasi), penggunaan teknologi pertanian yang tidak ramah lingkungan dan perubahan iklim. “Dengan adanya deforestasi, maka dapat merusak habitat serangga sehingga menyebabkan kehilangan biodiversitas,” tambahnya.
 
Dosen IPB University itu mengatakan, adapun penggunaan teknologi yang tidak ramah lingkungan adalah dengan penggunaan pestisida yang berlebihan. Penggunaan pestisida yang berlebihan justru membunuh serangga-serangga berguna seperti lebah, predator dan parasitoid yang memiliki fungsi sebagai pengendali hama. Tidak hanya itu, penggunaan pestisida yang terus menerus justru akan meningkatkan resistensi hama. 

Sementara, perubahan iklim juga telah diketahui memberikan dampak yang signifikan terhadap populasi serangga. Prof Damayanti menjelaskan, terdapat serangga yang bisa memperluas daerah jelajahnya ke area yang sebelumnya tidak bisa dihuninya seperti area yang memiliki suhu terlalu dingin. 

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

“Adanya peningkatan suhu akibat perubahan iklim menyebabkan beberapa serangga justru bisa hidup di daerah tersebut. Tetapi pada saat yang sama, serangga-serangga yang sudah beradaptasi dengan suhu rendah dan memerlukan musim dingin untuk berdiapause (fase istirahat), justru terganggu ritme biologisnya dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan ini,” kata Prof Damayanti. 

Ia pun menegaskan, serangga yang tidak mampu beradaptasi tersebut berpotensi akan punah. 
 
Terkait kepunahan serangga, Prof Damayanti mengatakan, “Kerugian kehidupan ketika tidak ada serangga tentu banyak sekali, sebagai contoh, lebih dari 75 persen tumbuhan diserbuki oleh serangga penyerbuk, dengan mayoritasnya adalah lebah.”

Apabila penyerbuk hilang, katanya, maka tumbuhan-tumbuhan tersebut tidak dapat bereproduksi sehingga manusia akan kehilangan spesies tumbuhan dan juga hasil pertanian akan menurun. Bahkan, banyak ahli yang mengatakan bahwa  kehidupan akan collapse apabila serangga hilang.
 
Oleh karena itu, Prof Damayanti menjelaskan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan populasi serangga. Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan antara lain yaitu dengan melakukan restorasi atau mengembalikan keseimbangan ekosistem, menghentikan deforestasi, mengembangkan teknologi hijau, mengurangi dampak perubahan iklim, serta mengurangi konsumerisme. (SMH)

Baca Juga : Hindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif