Academiamu
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

PKSPL IPB University dan Undana Kawal Isu Nelayan Pelintas Batas

by academiamu
Juni 23, 2022
in Info Kampus
Reading Time: 2 mins read
A A
PKSPL IPB University dan Undana Kawal Isu Nelayan Pelintas Batas
158
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dalam rangka mengupdate isu permasalahan dan strategi yang harus dilakukan dalam melindungi nelayan tradisional Indonesia yang melakukan lintas batas, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), 20/6 di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akhmad Solihin, SPi, MH selaku Deputi Bidang Sosial Ekonomi dan Kebijakan PKSPL IPB University mengungkapkan, permasalahan nelayan pelintas batas masih menjadi isu yang selalu menarik untuk didiskusikan. Hal ini dikarenakan masih banyaknya nelayan-nelayan Indonesia yang pergi melaut ke Pulau Ashmore yang masuk dalam wilayah Australia, dan pulau sekitarnya yang disepakati bersama kedua negara.

RelatedPosts

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

Mahasiswa Unismuh Latih Public Speaking Siswa

“Nelayan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Australia. Bahkan, praktik-praktik penangkapan tradisional ini terjadi jauh sebelum Indonesia dan Australia mendeklarasikan sebagai negara merdeka. Oleh sebab itu, kedua negara melakukan nota kesepahaman pada tahun 1974,” ungkap Akhmad Solihin pada FDG yang berlangsung di kantor pemerintahan Bapelitbang, Kabupaten Rote Ndao.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dikenal dengan istilah MoU BOX 1974, karena wilayah penangkapan yang disepakati berbentuk kotak. Hal ini bertujuan untuk mengakui kegiatan penangkapan ikan secara tradisional di wilayah perairan zona ekonomi eksklusif Australia oleh nelayan-nelayan yang berasal dari Indonesia.

Di sisi lain, menurut Akhmad, upaya perlindungan terhadap nelayan pelintas batas oleh pemerintah Indonesia masih kurang. Selama ini jumlah nelayan yang keluar masuk daerah perbatasan kurang mendapat perhatian.

“Sebaiknya negara hadir sebagai regulator dalam mengatur pelayaran melalui syahbandar, sehingga nelayan yang berlayar menuju daerah perbatasan dapat terpantau dan masyarakat nelayan merasa mendapat perhatian,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Drs Jermi M. Haning, PhD selaku Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Rote Ndao menambahkan, nelayan pelintas batas jangan dilarang-larang. Pasalnya, karena itu adalah hak nelayan.

“Yang diperlukan oleh nelayan sekarang adalah upaya-upaya perlindungan di lokasi-lokasi dimana mereka melakukan titik pemberangkatan. Selain itu, masalah ganti rugi tumpahan minyak PT Montara yang tidak kunjung dibayarkan, serta perubahan iklim yang menciptakan badai siklon telah menghancurkan pemukiman warga,” tutur Kepala Bappelitbang, Kabupaten Rote Ndao itu.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, Jusup B Messakh, SPd menyambut baik acara ini. Karena beberapa pekan sebelumnya mereka diundang oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Kementerian Luar Negeri untuk membahas mengenai mata pencaharian alternatif bagi nelayan-nelayan pelintas batas yang berasal dari Kabupaten Rote Ndao. Selain itu, disampaikan pula bahwa badai seroja telah berdampak serius bagi kelangsungan hidup perikanan Rote Ndao, karena telah merusak hamparan terumbu karang sehingga menjadikannya pulau gosong pasir.

Turut hadir pada acara ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Pihak terkait lainnya yang hadir adalah Satuan Kerja Rote Ndao Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Laut Sawu, Reef Check Indonesia, dan akademisi Universitas Nusa Cendana. (*)

Tags: IPB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1254 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    282 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Desember 16, 2025
Gambar kerjasama UMSA-UMP

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

November 9, 2025

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif