Academiamu
No Result
View All Result
Senin, April 13, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Pakar UM Surabaya: Penutupan USAID Bisa Hambat Riset, Pendidikan dan Kesehatan di Indonesia

by academiamu
Februari 15, 2025
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Pakar UM Surabaya: Penutupan USAID Bisa Hambat Riset, Pendidikan dan Kesehatan di Indonesia
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menutup United States Agency for International Development (USAID) membawa dampak besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia.


Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Satria Unggul Wicaksana Prakasa menyebut kebijakan pemotongan dana bantuan luar negeri oleh Trump, termasuk penghentian USAID, akan berdampak buruk bagi negara-negara mitra, termasuk Indonesia.

RelatedPosts

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Pakar Hukum Internasional: Konflik AS–Israel–Iran Berpotensi Picu Krisis Energi dan Perang Global


Menurut Satria, USAID memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai bidang, termasuk bantuan di bidang kesehatan, pendidikan, riset, serta isu antikorupsi. Dia menekankan bahwa penghentian bantuan ini akan menghambat upaya penyelesaian berbagai permasalahan sosial.


“Artinya ketika berbicara tidak lagi ada bantuan dari Donald Trump, ini sebenarnya menjadi problem, menjadi persoalan yang mengurangi intensitas atau strategi di dalam mengatasi problem-problem sosial lainnya,” kata Satria Jumat (14/2/25)


Satria menyarankan pemerintah untuk segera mencari sumber pendanaan lain guna mengisi kekosongan yang ditinggalkan USAID, terutama dalam sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa meskipun kebijakan ini merupakan keputusan kedaulatan AS yang harus dihormati, kontribusi USAID selama ini telah memberikan dampak positif di banyak sektor, termasuk hingga ke tingkat akar rumput.


“Kemudian di pendidikan, termasuk riset dan penegakan hukum di dalam banyak skema dengan mitra-mitra strategis yang dimilikinya. Ketika kemudian bantuan ini dicabut, tentu ini akan mengurangi strategi kita di dalam mengatasi problem-problem yang menghambat Indonesia untuk maju,” tuturnya.


Dia juga menekankan agar Indonesia tidak boleh didikte atau bergantung pada satu sumber bantuan saja dan harus mempertimbangkan alternatif lain. 


Meski demikian, Satria menyoroti bahwa tidak semua bantuan luar negeri selalu berdampak positif. Dia mencontohkan bagaimana bantuan dari pemerintah Norwegia dalam isu deforestasi justru menghambat perkembangan sains di Indonesia.


Di sisi lain, Satria mengakui bahwa berbagai program USAID, seperti USAID PEER (Partnerships for Enhanced Engagement in Research) dan USAID Integritas, telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.


“Dan banyak skema yang USAID berikan itu sebenarnya cukup banyak membantu periset atau lembaga-lembaga kampus untuk mendorong temuan-temuan. Dan tentu ditindaklanjuti dalam aktivitas yang bersifat programatik,” imbuhnya. 


Kata Satria banyaknya bantuan dana yang diberikan oleh USAID ini sangat baik sebenarnya untuk membangun ekosistem riset dan kemajuan teknologi.


Namun, dia kembali menegaskan bahwa Indonesia harus segera menyiapkan strategi alternatif untuk menggantikan peran USAID agar pembangunan dan pemenuhan hak dasar masyarakat tidak terganggu.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Tags: UMSurabaya

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1269 shares
    Share 508 Tweet 317
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    285 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

April 3, 2026
Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

April 2, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif