Unismuh Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan. Muh. Maulana Nasukha, mahasiswa semester empat Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, berhasil menjadi finalis International Student Competition (ISC) 2025. Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram, menyelenggarakan kompetisi bergengsi berskala internasional ini, yang puncaknya akan berlangsung di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 6 hingga 8 September 2025.
Maulana memukau para juri dengan esai inovatifnya, “Thermoferm: Inovasi Inkubator Semi Otomatis Berbasis Thermostat untuk Mempercepat Proses Fermentasi Tempe di Musim Hujan”. Ide cemerlang ini menawarkan solusi praktis untuk efisiensi pembuatan tempe, terutama saat musim hujan yang sering menghambat fermentasi tradisional. Inovasi “Thermoferm” menunjukkan pemikiran kritis dan kreatif Maulana dalam menciptakan teknologi bermanfaat bagi masyarakat. Keberhasilannya sebagai finalis membuktikan potensi besar ide-ide segar dari anak muda untuk menjawab tantangan sektor pangan.
Bagi Maulana, kompetisi ini lebih dari sekadar ajang perlombaan. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan potensi dan inovasinya di kancah global. “Ajang ini bukan sekadar lomba, tapi ruang untuk unjuk inovasi dan pembuktian bahwa ide anak muda bisa jadi solusi global. Saya datang bukan hanya untuk bersaing, tapi untuk menang dengan elegan,” ungkap Maulana penuh semangat saat ditemui di kampus Unismuh pada Jumat, 18 Juli 2025. Ini adalah pengalaman kompetisi internasional pertamanya, dan ia bertekad tampil optimal serta mempersembahkan yang terbaik bagi almamaternya, Unismuh Makassar.
Ketua Program Studi Agribisnis Unismuh, Dr. Nadir, S.P., M.Si., menyambut baik dan sangat mengapresiasi pencapaian Maulana. Ia menegaskan komitmen kuat program studi untuk terus mendorong mahasiswa aktif berpartisipasi dan berkompetisi. “Selama tiga tahun terakhir, kami terus membangun tradisi akademik berbasis prestasi. Mahasiswa kami tidak hanya aktif di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga berani menembus kompetisi internasional,” ujar Dr. Nadir, menegaskan budaya kompetitif sebagai bagian integral atmosfer akademik Unismuh.
Muh. Al Aswar Rusman, S.P., M.P., dosen pembimbing esai Maulana, melihat keberhasilan ini sebagai pijakan awal penting untuk pencapaian lebih besar di masa depan. “Maulana telah menunjukkan semangat kompetitif dan kemampuan inovatif. Semoga ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan bersaing di kancah global,” harap Al Aswar Rusman. Keberhasilan Maulana diharapkan memicu semangat dan motivasi mahasiswa Unismuh lainnya untuk berani mengeksplorasi ide baru dan bersaing di tingkat internasional.
Sumber – Kabar Unismuh Makasar




Discussion about this post