Sosialisasi E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Ruang Rapat 808–809 Zona B Universitas Muhammadiyah Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Dikdasmen Kota Semarang, Tim Peneliti UNIMUS, serta perwakilan sekolah Muhammadiyah di Kota Semarang, yaitu SD Muhammadiyah 8 Semarang, SMP Muhammadiyah 6 Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Semarang, SMK Muhammadiyah 1 Semarang, dan SD Aisyiyah SBH Tembalang Semarang. Masing-masing sekolah menghadirkan Kepala Sekolah, Guru Model, dan dua Observer, sehingga kegiatan berlangsung representatif dan menggambarkan kondisi supervisi nyata pada berbagai jenjang pendidikan.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan Majelis Dikdasmen. Dalam sambutannya, pihak Dikdasmen menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal penerapan model E-MESp 4Cs di sekolah-sekolah Muhammadiyah dan menjadi tonggak transformasi supervisi pembelajaran yang lebih objektif, akurat, dan modern. Dikdasmen menegaskan bahwa data yang diberikan sekolah harus autentik, jujur, dan sesuai keadaan lapangan, karena data tersebut akan menjadi dasar kebijakan pendidikan daerah. Mereka menekankan bahwa supervisi bukan sekadar instrumen penilaian administratif, tetapi sarana untuk memperbaiki proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Setelah sambutan, Dr. Eny Winaryati memaparkan materi utama mengenai konsep E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi. Beliau menjelaskan bahwa model ini adalah bentuk supervisi pembelajaran abad 21 yang mengintegrasikan dimensi 4Cs—Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration—ke dalam seluruh proses evaluasi guru. Penggunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) memungkinkan supervisi berjalan lebih transparan dan analisis data dapat dilakukan secara efisien. Sistem ini terdiri atas tiga pilar utama, yaitu self-evaluation oleh guru model, peer-evaluation oleh guru serumpun, dan validasi oleh kepala sekolah. Ketiganya akan diproses oleh sistem yang kemudian menghasilkan umpan balik otomatis berupa kesimpulan umum, kekuatan, kelemahan, serta area perbaikan yang dapat dijadikan acuan pembinaan guru.
Dalam sesi pemaparan tersebut, Dr. Eny juga menyoroti masalah-masalah dalam supervisi manual yang masih sering terjadi, seperti ketidakkonsistenan nilai, bias penilaian, rasa sungkan menilai rekan sejawat, serta kesulitan kepala sekolah dalam memantau kinerja guru dalam jumlah besar. Atas dasar itu, E-MESp 4Cs dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan supervisi pendidikan yang lebih sistematis, adil, dan mudah diakses oleh semua pihak.
Setelah pemaparan selesai, suasana diskusi berlangsung aktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan, seperti bagaimana AI mampu menyesuaikan analisis terhadap karakter guru yang berbeda-beda, bagaimana hubungan antara supervisi digital dan evaluasi kinerja guru, serta bagaimana kepala sekolah dapat menggunakan rekomendasi sistem sebagai dasar kebijakan pembinaan. Dr. Eny menjelaskan bahwa peran AI bukan menggantikan intuisi manusia, tetapi membantu memilah data, mengurangi bias, dan mempercepat proses penilaian sehingga kepala sekolah dapat lebih fokus pada pengambilan keputusan. Sementara itu, Dr. Utomo memberi tambahan penjelasan bahwa supervisi dan evaluasi memiliki ranah berbeda; supervisi menekankan pendampingan dan pembinaan, sedangkan evaluasi menyangkut hasil belajar.
Dikdasmen menegaskan kembali bahwa aplikasi ini akan sangat membantu mereka untuk memonitor perkembangan guru antar sekolah secara real-time, terutama pada masa ketika supervisi manual sering tidak sinkron antara realita dan pelaporan. Sosialisasi ditutup dengan kesimpulan bahwa seluruh sekolah Muhammadiyah di Kota Semarang siap memasuki tahap implementasi melalui workshop lanjutan. Kegiatan sosialisasi berakhir pada pukul 10.30 WIB dan memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh peserta mengenai urgensi dan arah pengembangan E-MESp 4Cs Mobile.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Dr. Eny Winaryati, M.Pd, selaku ketua tim peneliti. Beliau menjelaskan bahwa E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi merupakan inovasi supervisi pembelajaran berbasis 4Cs (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration) yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI). Sistem ini mencakup tiga aspek utama, yaitu self-evaluation oleh guru sendiri, peer-evaluation oleh guru serumpun, dan validasi kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan. Hasil evaluasi dianalisis menggunakan AI untuk menghasilkan feedback otomatis berupa kesimpulan umum, kekuatan, kelemahan, serta rekomendasi perbaikan pembelajaran. Dr. Eny juga menekankan pentingnya kejujuran dalam pengisian instrumen, sebab data yang dimasukkan guru menjadi dasar utama untuk pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah maupun dinas.
Sumber – Universitas Muhammadiyah Semarang




Discussion about this post