Universitas Muhammadiyah Semarang telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekarasidenan Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga sebagai uji coba tahap 2 pada hari Rabu, 19 November 2025, bertempat di Ruang B 809–810 GKB 2 UNIMUS, mulai pukul 12.30 WIB sampai selesai.
Kegiatan ini diikuti oleh 47 peserta, yang terdiri atas tim peneliti UNIMUS, perwakilan Majelis Dikdasmen Kabupaten Semarang, serta perwakilan sekolah Muhammadiyah sekarasidenan. Setiap sekolah mengirimkan unsur kepala sekolah, satu guru model, dan dua guru observer. Adapun sekolah yang terlibat adalah sebagai berikut:
- Kabupaten Kendal
- SD Muhammadiyah Purin Kendal
- SMP Muhammadiyah 4 Sukorejo
- SMK Muhammadiyah 1 Weleri
- Kabupaten Semarang
- MIS Muhammadiyah Suruh
- SMP Muhammadiyah Suruh
- SMK Muhammadiyah Sumowono
- Kota Salatiga
- SD Muhammadiyah Plus Salatiga
- SMP Muhammadiyah Plus Salatiga
- SMA Muhammadiyah Plus Salatiga
- SMP Muhammadiyah Salatiga

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Tim Peneliti, Dr. Eny Winaryati, M.Pd, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan sekolah Muhammadiyah sekarasidenan dalam mengimplementasikan E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi sebagai sistem supervisi pembelajaran berbasis 4Cs (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration) yang didukung oleh teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).
Pada sesi pemaparan materi, Dr. Eny Winaryati, M.Pd menjelaskan bahwa sistem E-MESp 4Cs Mobile dirancang untuk mendukung supervisi pembelajaran yang objektif, transparan, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Sistem ini memfasilitasi self-evaluation oleh guru model dan peer-evaluation oleh guru observer, kemudian AI secara otomatis menganalisis data, menyusun kesimpulan umum, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran, serta menghasilkan rekomendasi perbaikan. Kepala sekolah memiliki akses untuk melihat hasil analisis AI sebagai bahan refleksi dan tindak lanjut pembinaan guru.

Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan sesi workshop dan praktik penggunaan sistem E-MESp 4Cs Mobile yang dipimpin oleh Tim IT di bawah koordinasi Dr. Muhammad Munsarif, M.Kom, bersama anggota tim. Pada sesi ini, peserta dipandu menggunakan akun yang telah disiapkan berupa username dan password sesuai peran masing-masing. Guru model melakukan pengisian instrumen self-evaluation, guru observer melakukan peer-evaluation, sedangkan kepala sekolah mempelajari cara membaca dashboard hasil analisis AI.
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta dari SMK Muhammadiyah 1 Weleri menanyakan teknis pelaksanaan supervisi yang berdekatan dengan jadwal Ujian Akhir Semester (UAS). Tim peneliti menjelaskan bahwa supervisi dapat dilakukan secara fleksibel dengan pembagian peran guru, serta dimungkinkan menggunakan video pembelajaran berdurasi panjang, baik video pembelajaran yang sedang berlangsung maupun video yang telah dibuat sebelumnya. Data supervisi dapat diunggah dalam satu folder sistem dan diselesaikan dalam waktu 1–2 minggu.

Pada akhir kegiatan disepakati bahwa hasil supervisi yang dianalisis oleh AI akan menjadi basis data yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah dan Dikdasmen sebagai dasar pembinaan guru dan peningkatan mutu pembelajaran. Kegiatan ditutup dengan kesimpulan umum dan foto bersama.




Discussion about this post