Academiamu
No Result
View All Result
Minggu, Februari 15, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

by academiamu
Februari 7, 2026
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri. Di lokasi kejadian, aparat menemukan surat perpisahan yang ditujukan kepada ibunya.

Surat tersebut ditulis menggunakan bahasa daerah Bajawa. Dalam pesannya, korban menyebut ibunya bersikap pelit dan meminta agar tidak perlu menangisi kepergiannya. Surat itu diamankan polisi sebagai barang bukti saat proses evakuasi jenazah dari pohon cengkih.

RelatedPosts

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Marini, menilai isi surat tersebut mengindikasikan adanya tekanan emosi yang kuat pada anak, diduga berkaitan dengan beban stres ekonomi yang turut memengaruhi kondisi psikologisnya.

Menurut Marini, anak usia 10 tahun sudah dapat mengalami depresi pada tingkat berat. Ungkapan “Mama pelit sekali” yang tertulis dalam surat menunjukkan adanya rasa terluka dan perasaan ditolak secara emosional yang dirasakan anak secara mendalam.

Ia menjelaskan bahwa tekanan ekonomi berkepanjangan kerap membuat orang tua menjadi lebih tegang dan kurang responsif secara emosional. Anak yang peka dapat menangkap perubahan sikap itu, lalu menafsirkannya secara keliru sebagai tanda bahwa dirinya menjadi beban keluarga.

Marini menegaskan bahwa anak belum memiliki kesiapan mental untuk memahami persoalan berat seperti kemiskinan. Tanpa pendampingan, mereka memproses masalah orang dewasa dengan pola pikir sederhana dan hitam-putih.

“Kecemasan di lingkungan keluarga bisa terserap oleh anak dan dimaknai dengan cara mereka sendiri. Jika tidak tersedia ruang aman untuk bertanya dan mengekspresikan perasaan, anak bisa mengambil kesimpulan dan keputusan dengan pemahaman yang sangat terbatas,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Ia mengimbau agar keluarga dan pihak sekolah lebih peka terhadap perubahan perilaku sekecil apa pun pada anak, karena bisa menjadi tanda peringatan dini. Kehadiran emosional yang stabil dan konsisten sangat penting agar anak memahami bahwa persoalan hidup adalah tanggung jawab orang dewasa, bukan beban mereka.

Apabila Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala depresi atau tanda-tanda keinginan mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional. Layanan darurat Kementerian Kesehatan dapat dihubungi melalui nomor 119 untuk mendapatkan pertolongan.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Tags: UMSurabaya

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1258 shares
    Share 503 Tweet 315
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    283 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Februari 8, 2026
Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Februari 7, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif