Academiamu
No Result
View All Result
Rabu, April 1, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Tahukah Anda? Enam Pahlawan Nasional Muhammadiyah Ini Memiliki Jejak Emas di Ranah Minang dan Sumatera.

by academiamu
Maret 31, 2026
in Info Kampus, Tokoh
Reading Time: 3 mins read
A A
Tahukah Anda? Enam Pahlawan Nasional Muhammadiyah Ini Memiliki Jejak Emas di Ranah Minang dan Sumatera.
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Setiap tanggal 10 November, kita memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa mereka yang telah mewakafkan diri demi kemerdekaan. Bagi kita di Sumatera Barat, nama-nama seperti Buya Hamka atau Agus Salim mungkin sudah sangat akrab. Namun, tahukah Anda bahwa ada tokoh-tokoh besar lainnya dari rahim Muhammadiyah yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Sumatera dan perjuangan nasional kita?

Berikut adalah enam Pahlawan Nasional dari Muhammadiyah yang jejaknya wajib kita ketahui:

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

  1. Lafran Pane: Sang Pendiri HMI yang Menimba Ilmu di Sekolah Muhammadiyah
    Lahir di Sipirok pada 5 Februari 1922, Lafran Pane tumbuh dalam keluarga aktivis Muhammadiyah. Ayahnya adalah pendiri Muhammadiyah di Sipirok.

Titik Awal Karier: Beliau meniti pendidikan dari bawah di HIS Muhammadiyah Sibolga sebelum akhirnya merantau ke Batavia.

Titik Balik: Ia mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi mahasiswa Islam pertama di Indonesia, dengan misi ganda: mempertahankan kemerdekaan dan meningkatkan derajat rakyat.

  1. Teuku Muhammad Hasan: Gubernur Pertama Sumatera
    Tokoh asal Pidie, Aceh (4 April 1906) ini adalah sosok kunci yang menyatukan wilayah Sumatera di awal kemerdekaan.

Titik Awal Karier: Ia memulai pengabdiannya dengan aktif memajukan Muhammadiyah di Aceh dan mendirikan kepanduan Hizbul Wathan pada 1928.

Titik Balik: Sebagai anggota BPUPKI, ia ikut merumuskan UUD 1945 dan dipercaya menjadi Gubernur pertama seluruh provinsi Sumatera yang beribu kota di Medan.

  1. H. Adam Malik: Dari Kepanduan di Sumatera Utara ke Kursi Wakil Presiden
    Pria kelahiran Pematangsiantar ini adalah sosok diplomat ulung yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI (1978–1983).

Titik Awal Karier: Karier organisasi beliau dimulai sebagai anggota Kepanduan Hizbul Wathan di Pematangsiantar. Ia bahkan pernah memimpin pergerakan para sopir di kotanya.

Titik Balik: Beliau menjadi tokoh sentral dalam Deklarasi Bangkok (pembentukan ASEAN) dan berperan penting dalam kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi.

  1. Ir. Djuanda Kartawidjaja: Sang Penjaga Lautan Indonesia
    Dikenal melalui “Deklarasi Djuanda”, beliau adalah sosok yang menyatukan wilayah daratan dan lautan Nusantara menjadi satu kesatuan wilayah yang utuh.

Titik Awal Karier: Ketulusannya teruji saat ia menolak gaji besar sebagai asisten profesor demi mengabdi menjadi Direktur SMA Muhammadiyah Jakarta.

Titik Balik: Menjabat sebagai Menteri sebanyak 14 kali dan Perdana Menteri, ia berhasil memperjuangkan konsep negara kepulauan di mata internasional.

  1. AR Baswedan: Diplomat Muda Muhammadiyah
    Lahir di Surabaya, AR Baswedan dikenal sebagai diplomat yang berhasil mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia dari negara-negara Arab.

Titik Awal Karier: Sejak usia 17 tahun, ia sudah aktif menjadi mubaligh Muhammadiyah. Ia sering diminta oleh KH. Mas Mansoer untuk berdakwah ke berbagai daerah.

Titik Balik: Ia dipercaya menjadi anggota BPUPKI mewakili golongan Arab dan menjadi bagian dari misi diplomatik pertama Indonesia ke luar negeri.

  1. dr. Sutomo: Dokter Bumiputera Penasihat Kesehatan Muhammadiyah
    Pendiri Budi Utomo ini bukan hanya seorang dokter yang kompeten, tetapi juga tokoh yang sangat peduli pada pelayanan kesehatan rakyat kecil.

Titik Awal Karier: Ia memulai dedikasinya di Muhammadiyah sebagai Medisch Adviseur (Penasihat Medis) PKO Muhammadiyah (sekarang RS PKU).

Titik Balik: Melalui pidatonya saat pembukaan Poliklinik Muhammadiyah Surabaya pada 1924, ia menggerakkan kesadaran pentingnya rumah sakit modern bagi warga pribumi.

Keenam tokoh ini membuktikan bahwa semangat Muhammadiyah—yang juga berakar kuat di Sumatera Barat—telah melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya ahli dalam agama, tapi juga mumpuni dalam politik, diplomasi, dan kemanusiaan. Kisah mereka adalah pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan bisa dimulai dari bangku sekolah atau organisasi kecil di daerah.

Sumber: [Redaksi Muhammadiyah] – “Wajib Anda Tahu! Enam Pahlawan Nasional dari Muhammadiyah yang Jarang Diketahui”

PahlawanNasional #TokohMuhammadiyah #LafranPane #AdamMalik #Djuanda #SumateraBerjuang #ZeroToHero #SejarahIndonesia #InspirasiBangsa #HizbulWathan #GubernurSumatera #HMI #DiplomatIndonesia #MinangSumatera #PahlawanIslam #MuhammadiyahUntukBangsa #TokohAceh #TokohSumut #PejuangKemerdekaan #HariPahlawan

Tags: Muhammadiyah

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    285 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

Tahukah Anda? Enam Pahlawan Nasional Muhammadiyah Ini Memiliki Jejak Emas di Ranah Minang dan Sumatera.

Tahukah Anda? Enam Pahlawan Nasional Muhammadiyah Ini Memiliki Jejak Emas di Ranah Minang dan Sumatera.

Maret 31, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif