Academiamu
No Result
View All Result
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Pakar UGM: Flu Burung Tidak Menular Antar Manusia

by academiamu
November 8, 2021
in Info Kampus, Internasionalnews
Reading Time: 2 mins read
A A
Pakar UGM- Flu Burung Tidak Menular Antar Manusia
154
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Otoritas kesehatan China melaporkan ada 21 kasus Avian Influenza (AI) atau flu burung pada manusia. Dilaporkan 6 orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya masih kritis. Beberapa ahli di sana menduga penularan ini dipicu oleh kemunculan varian baru virus flu burung dengan tipe H5N6. Pakar UGM menyatakan flu burung tidak menular antar manusia.

Ancaman soal kemungkinan virus flu burung menjadi sumber wabah baru layaknya seperti Covid-19 menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D., sangat kecil peluangnya. Sebab, virus flu burung tidak dapat ditularkan langsung dari unggas ke manusia, namun harus melalui  hewan perantara. Selain itu, virus ini tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia. “Avian Influenza (flu burung) tidak dapat ditularkan langsung dari unggas ke manusia. Harus ada hewan perantara, terutama babi. Virus ini juga tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia,” kata Wasito menanggapi merebaknya kasus flu burung di China, Jumat (5/11).

RelatedPosts

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Hukum Menjamak Salat demi Hiburan

Dengan tingkat kemampuan penularan antar manusia tersebut, menurutnya penyakit flu burung tidak memiliki ancaman serius. Namun demikian, tingkat virulensi virus ini pada hewan unggas berbeda-beda tergantung dengan tingkat variannya. “Virulensi AIV dapat berbeda-beda tergantung antigenisitasnya,” kata pakar penyakit flu burung ini.

Selain itu, virus ini sepengetahuan Wasito juga mudah mati terkena panas. Untuk menekan tingkat penyebaran flu burung agar tidak terinfeksi ke manusia lewat hewan perantara dengan cara menekan jumlah unggas yang tertular atau mengisolasi mereka yang terpapar.

Soal flu burung yang bisa menyebabkan kematian pada manusia menurut Wasito memang kemungkinan besar bisa. Namun, hal itu  perlu dilakukan pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut dengan menentukan hasil biotipe baru AI yang terbentuk akibat faktor sifat pergeseran genetik dari virus tersebut. “Dapat (menyebabkan kematian), ditentukan hasil biotipe baru AI yang terbentuk akibat faktor sifat genetic shift atau genetic reassortment AI,” katanya.

Dari penelitian Wasito, flu burung juga dapat menular dari udara, namun  virus tersebut mati bila terkena panas. Meski flu burung saat ini tidak menjadi wabah baru, menurutnya pemerintah perlu mengadakan alat deteksi flu burung untuk manusia sekaligus melakukan mitigasi. Selama ini untuk deteksi flu burung pada hewan unggas, ia menggunakan deteksi melalui PCR dengan menggunakan bahan impor. “Pada riset saya, semua kit impor,” katanya.

Penulis : Gusti Grehenson
Foto      : Freepik

Baca Juga : Ministry of Oceans and Fisheries Korea Kunjungi Fasilitas MTCRC di ITB Kampus Cirebon

Tags: UGM

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    286 shares
    Share 114 Tweet 72

Recent News

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

September 5, 2026
Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

September 4, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif