Academiamu
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Dosen FSRD ITB Ungkap Jejak Kreatif Seni Prasejarah di Indonesia

by academiamu
November 22, 2021
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Dosen FSRD ITB Ungkap Jejak Kreatif Prasejarah di Indonesia
165
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Keragaman budaya Indonesia tidak pernah lepas dari keragaman seninya. Mulai dari seni prasejarah hingga seni modern memiliki karakteristik dan estetika tersendiri yang menarik untuk diulas. Seperti halnya perhelatan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2021 yang hadir sebagai tempat diskusi para penikmat seni. BWCF 2021 mengangkat tema “Membaca Ulang Claire Holt Estetika Nusantara Kontinuitas dan Perubahannya” dan diselenggarakan secara virtual selama tiga hari, 18-21 November 2021.

BWCF 2021 turut mengundang Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD ITB) Dr. Pindi Setiawan untuk menjadi pembicara dalam salah satu serial webinar pada Kamis (18/11/2021). Topik yang diangkat pada webinar pertama ini yakni “Penemuan Terbaru Gambar-Gambar Cadas (Rock Art) di Gua-Gua Pra sejarah dan Batu-Batu Megalit Indonesia serta Implikasinya Terhadap Sejarah Seni Indonesia”. Dipandu oleh moderator Prof. Dr. Harry Widianto, DEA., Pindi bersama ketiga pembicara lain banyak mengulas tentang rock art yang merupakan bagian dari seni prasejarah dan tidak banyak orang tahu.

RelatedPosts

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Hukum Menjamak Salat demi Hiburan

“Art di Indonesia semakin berkembang ditambah dengan munculnya budaya-budaya baru yang masuk. Namun, keragaman ini janganlah membuat kita lupa akan seni yang sudah berkembang sejak dahulu kala dan keberadaannya mungkin tidak semudah kita mendapatkan seni yang ada sekarang,” ujarnya.

Menurut Pindi, pentingnya topik ini diangkat untuk mengedukasi masyarakat terutama penikmat seni bahwa di tempat terpencil dan sulit dijangkau pun masih terdapat jejak-jejak seni warisan nenek moyang.
Dalam presentasinya, Pindi menjelaskan bahwa dalam buku Claire Holt terdapat beberapa karakteristik khas dari rock art di antaranya, menceritakan peristiwa prasejarah. Gambar cadas (Garca) prasejarah identik dengan memadukan curahan hasrat estetika dan logika kehidupan kala itu. Selain itu, situs mamatua dan cap tangan negatif dengan perpaduan warna merah, jingga, ungu, hitam dan putih serta teknik kuasan, stensil (semburan) dan torehan. Garca juga identik dengan perasaan yang kuat antara benda kosmos, manusia, dan fauna laut.

Pada kesempatan itu, Pindi juga mempresentasikan penemuan yang dia dapat saat melakukan ekspedisi di Sangkulirang, Kalimantan Timur, dan Maros, Sulawesi Selatan. Di kedua tempat tersebut ditemukan gambar imaji satwa yang sudah punah dan alat buruh zaman savana. Selain itu ditemukan garca sosok manusia datu-saman (headmask anthropomorphic) di Sangkulirang dan manusia jadi-jadian (theriantrophic) di Maros.

Pindi menjelaskan ekspedisi ini selain mengangkat kembali jejak kreatif zaman prasejarah juga dalam rangka melaksanakan suatu projek indeks warna yang diperkirakan selesai 2022 dan akan menjadi index warna Indonesia. Besar harapan seni Indonesia dari setiap masa dapat tetap eksis di tengah zaman yang serba dinamis.

Reporter: Pravito Septadenova Dwi Ananta (Teknik Geologi, ITB)

Baca Juga : Reformasi Regulasi Universitas

Tags: ITB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1281 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    286 shares
    Share 114 Tweet 72

Recent News

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

September 5, 2026
Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

September 4, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif