Academiamu
No Result
View All Result
Kamis, April 16, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Guru Besar UGM: Tanpa Disadari Semua Berperan Mentransmisikan Budaya Kekerasan

by academiamu
Februari 17, 2022
in Info Kampus, Inspirasi, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Guru Besar UGM: Tanpa Disadari Semua Berperan Mentransmisikan Budaya Kekerasan
165
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sastra dan Gender pada Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dalam pengukuhan yang berlangsung secara terbatas, ia menyampaikan pidato berjudul Maskulinitas Transformatif: Kekerasan dan Subyek Yang Bergerak Dalam Dinamika Sastra dan Budaya.

Dalam pidatonya ia menyampaikan berbagai hal menyangkut soal kajian sastra Perancis, kajian gender dan analisis wacana kritis sebagai  kajian-kajian yang menjadi perhatiannya selama ini. Dirinya mencoba mengelindan ketiganya dengan tidak mengonsentrasi pada salah satunya.

RelatedPosts

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Pakar Hukum Internasional: Konflik AS–Israel–Iran Berpotensi Picu Krisis Energi dan Perang Global

“Mengingat  pidato saya ini juga diakses tidak hanya oleh kalangan akademisi, maka saya pun ingin mengangkat satu isu yang menurut saya lebih kontributif bagi masyarakat luas,” ucap Wening di Balai Senat UGM, Kamis (17/2).

Melihat berbagai peristiwa kekerasan akhir-akhir ini dengan segala intensitasnya tentu menjadi sebuah persoalan. Sebagai seorang akademisi yang mempelajari sastra, ia melihat bahwa semua orang adalah pewaris dari dinasti kekerasan yang narasinya ditransmisikan lewat berbagai cerita, baik secara oral, tertulis maupun visual.

“Kita adalah pewaris cerita-cerita epik dan kepahlawanan dari berbagai belahan dunia yang hadir dalam memori sejak kanak-kanak. Dimana berbagai narasi budaya, politik, media, serta narasi luas dalam kehidupan kita sehari-hari mencerminkan beroperasinya kekerasan yang seringkali dijadikan mekanisme dalam penyelesaian masalah oleh habitus masyarakat kita,” ujarnya.

Bahkan, narasi-narasi tersebut, disebutnya, dikonsumsi sepanjang hari lewat pesan-pesan virtual dan beredar tanpa batas di media sosial. Subjek-subjek yang mentransmisikan pun kadang adalah mereka yang justru secara sosial dipercaya sebagai pembawa pesan yang diharapkan kontributif, seperti para pamong, politisi, figur publik, ataupun para pemimpin agama.

“Kita berada di dalam satu bingkai ruang kekerasan yang menumbuh dalam kerangka berpikir dan dalam praksis kehidupan kita, dan narasi-narasi kekerasan tersebut dalam sastra diproduksi dan direproduksi dalam berbagai bentuk,” paparnya.

Wening menyebut sebagian dari kita seringkali tidak menyadari kehadiran narasi ini sebagai sebuah tindakan yang bersifat toxic (beracun) yang berbahaya. Ketidaksadaran tersebut terjadi karena sebuah mekanisme performatif berupa kecenderungan mengulang-ulang skrip kekerasan tanpa mempertanyakan mengapa kita harus mengonsumsinya.

“Kita pun seringkali juga menjadi subjek yang turut mentransmisikan budaya kekerasan. Cara-cara kita mempreservasinya juga terfasilitasi oleh produk-produk kapitalisme, seperti telepon seluler yang ada karena kita menciptakan keberadaannya,” ungkapnya.

Narasi-narasi sastra dan budaya akan dapat berfungsi melalui penarasiannya yang berbeda-beda. Mengenalkan friendly subjects sebagai narasi yang kuat lewat sastra, berbagai lini media, sistem-sistem pendidikan, baik di tingkat sekolah, keluarga, maupun dalam percakapan masyarakat di keseharian dapat menjadi mekanisme yang akan berfungsi lebih tahan lama dibanding penegakkan hukum ketika terjadi pelanggaran dalam berbagai bentuk kekerasan.

“Tidak ada yang mudah dilakukan apalagi ketika struktur berpikir kita sudah sedemikian dalam mempercayai suatu pola berpikir tertentu. Hal tersebut tentu bukan suatu kemustahilan untuk dilakukan mengingat kita semua memiliki potensi sebagai subjects in process dan transformative subjects,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho
Foto : Firsto

Baca Juga : Prof Ronny R Noor: Dunia Memasuki Era Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Ternak

Tags: UGM

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1269 shares
    Share 508 Tweet 317
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    285 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

April 3, 2026
Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

April 2, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif