Academiamu
No Result
View All Result
Rabu, April 29, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Atasi Kelangkaan Air saat Kemarau, Mahasiswa KKN ITB Bangun Menara Air di Desa Kebonturi Cirebon

by academiamu
Agustus 23, 2022
in Info Kampus, Inspirasi
Reading Time: 3 mins read
A A
Atasi Kelangkaan Air saat Kemarau, Mahasiswa KKN ITB Bangun Menara Air di Desa Kebonturi Cirebon
159
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

CIREBON, itb.ac.id – Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Teknologi Bandung tahun ini difokuskan Cirebon sebagai bakti ITB untuk memajukan negeri dari yang terdekat. Di Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, diketahui mengalami krisis air yang cukup serius.

Menurut informasi dari warga sekitar, mereka merasakan sulitnya mencari mata air dari tanah yang ideal. Beberapa kasus ditemukan air akuifer (air tanah) di kedalaman sekitar 40 meter, namun terasa asin. Kasus lainnya di kedalaman yang sama ditemukan air yang cukup ideal hanya saja jumlahnya sedikit. Kelangkaan air yang layak ini berkaitan erat dengan kondisi geografis daerah Cirebon sebagai kawasan pesisir.

RelatedPosts

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Pakar Hukum Internasional: Konflik AS–Israel–Iran Berpotensi Picu Krisis Energi dan Perang Global

Melihat permasalahan tersebut, salah satu kelompok tema sanitasi dan air bersih KKN ITB 2022 mengimplementasikan solusi pengadaan air bersih yang didapat dari air permukaan. Air permukaan merupakan sumber air yang didapatkan pada kedalaman kurang dari 20 meter. Kelompok ini dibimbing oleh Dosen ITB yang ahli di bidangnya yaitu Dr. Eng. Very Susanto, S.T, M.T.

Proses pencarian air dimulai dari pemetaan lokasi pengeboran di daerah sawah desa untuk kemudian dilakukan pendeteksian sumber air dengan metode geolistrik. Metode ini terbukti mampu memetakan kondisi bawah tanah yang dideteksi berdasarkan tingkat kekerasan zat yang dilewati lintasan elektroda yang ditancap. Metode listrik yang dilakukan dibuat menjadi 4 lintasan dengan masing-masingnya sepanjang 288 meter panjang kabel. Kemudian didapatkanlah 8 variasi data kondisi tanah untuk memutuskan titik mana akan dibor.

Pengeboran pertama dilakukan untuk memastikan lagi apakah air akuifer yang terkandung bisa dikonsumsi atau tidak. Pengeboran ini mencapai kedalaman 38 meter selama tiga hari. Dan ternyata sesuai yang dikatakan sebelumnya air yang didapatkan berasa sedikit asin dengan kualitas air kurang lebih senilai 4000 PPM menggunakan alat TDS Electrolyzer Tester. Sedangkan agar bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga harus di bawah 500 PPM. Walaupun secara fisik air itu tidak berwarna dan berbau, berdasarkan pengujian alat maka dipastikan air pengeboran pertama tidak layak pakai.

“Dari pembuktian kebenaran tersebut bahwa air akuifer di desa ini tidak layak pakai, maka kami memutuskan untuk memanfaatkan sumber air lain dari air permukaan (kedalaman 12 meter) sebanyak dua sumur sebagai alternatif,” ucap Fahryan Arditama (SI’20) selaku ketua kelompok tema sanitasi dan air bersih.

Proses pencarian air tidak hanya berhenti di situ, dilakukan lagi pengeboran kedua di titik lain yang berpotensi. Atas dasar fakta air tanah berasa asin, pengeboran selanjutnya hanya berfokus pada air permukaan saja. Pengeboran kedua dinilai berhasil karena mendapatkan sumber air yang layak dengan kualitas 300 PPM. Begitu juga pada pengeboran ketiga air yang didapatkan layak pakai dengan kualitas 400 PPM.

Setelah mendapatkan dua sumur bor yang layak pakai, sekelompok mahasiswa ini melanjutkan misi mereka dengan membangun menara penampungan air supaya bisa diakses masyarakat ketika tidak lagi memiliki cadangan air. Menara air didesain sedemikian rupa dengan perangkat lunak rekayasa infrastruktur untuk dianalisis kekuatan strukturnya. Kemudian desain tersebut direalisasikan bersama vendor bangunan setempat.

Untuk menggenapi misi mereka dalam menyediakan air bersih yang mudah diakses, kelompok ini menginstalasi perpipaan dan perpompaan yang dibutuhkan. Dimulai dari mendesain aliran perpipaan sederhana, memilih pompa sesuai spesifikasi, dan menginstalasi sumber listrik dari PLN.

Setelah tiga minggu lamanya, akhirnya proyek pengadaan air bersih ini selesai dengan berhasil membuat dua lubang sumur bor 12 meter dan menara air setinggi 4 meter dengan dua reservoir berkapasitas masing-masing 2000 liter. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar 80 rumah dalam sehari.

Semua proses ini melibatkan disiplin ilmu yang aplikatif. Terlihat sederhana, namun sangat dibutuhkan di masyarakat. Keberhasilan proyek ini terlaksana berkat kekompakan dan ketulusan hati sekelompok mahasiswa yang ingin bermanfaat bagi masyarakat juga karena arahan mentor dan dosen pembimbing yang turut membimbing setiap kemajuan yang terjadi.

Proyek ini tidak semudah kelihatannya. Menurut Fahryan perlu beberapa keahlian khusus dari variasi jurusan berdasarkan kebutuhan pembangunan. Contohnya geolistrik dengan latar belakang keahlian Teknik Geofisika. Belum lagi perpipaan, bangunan, perpompaan, pengeboran, dan lain-lain.

Reporter: Lukman Ali (Teknik Mesin/FTMD, 2020)

Tags: ITB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1272 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    285 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

April 3, 2026
Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

April 2, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif