Academiamu
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Unismuh Palu Soroti Wajib Belajar Sulteng

by Academiamu Writer
November 2, 2025
in Info Kampus
Reading Time: 3 mins read
A A
Gambar Workshop UMPalu
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Tim Riset Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menjadi salah satu peserta kunci dalam Workshop Pendidikan. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Workshop berlangsung di Conference Center Hotel Aston Palu, Kamis (23/10/2025).

Acara ini diinisiasi oleh anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, S.P., M.P., dan menghadirkan narasumber dari Direktorat Pendidikan Menengah, Direktorat Pendidikan Dasar, serta praktisi pendidikan.

RelatedPosts

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

Mahasiswa Unismuh Latih Public Speaking Siswa

Dalam forum tersebut, Dr. Isnada Waris Tasrim, M.Pd., selaku Ketua Tim Riset sekaligus Direktur Pascasarjana Unismuh Palu, memaparkan hasil studi pendahuluan mereka. Studi tersebut fokus pada implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun di Indonesia, dengan studi kasus di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Tantangan Utama: Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah (ATS)

Menurut Isnada, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Pemerintah telah menetapkan Wajib Belajar 13 Tahun—dari PAUD hingga SMA—sebagai strategi jangka panjang peningkatan mutu pendidikan nasional. Kebijakan ini merupakan perluasan dari Wajib Belajar 9 dan 12 tahun yang telah lebih dulu diterapkan dan akan diperkuat melalui Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

“Namun tantangan utamanya masih pada tingginya angka anak tidak sekolah,” ujar Isnada. Ia menekankan bahwa implementasi kebijakan tidak cukup hanya membuka akses, tetapi juga harus memastikan tidak ada anak yang tertinggal, terutama di daerah-daerah seperti Sulawesi Tengah.

Anak Tidak Sekolah (ATS) adalah kelompok usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan formal karena berbagai faktor, seperti ekonomi, geografis, minimnya perhatian orang tua, hingga keterbatasan akses. “Data ATS menjadi indikator penting keberhasilan pendidikan, karena menunjukkan seberapa banyak anak yang belum tersentuh oleh sistem,” tambahnya.


Kendala di Lapangan dan Rekomendasi Strategis

Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan komitmen nyata mendukung kebijakan ini. Program Wajib Belajar 13 Tahun masuk ke dalam RPJMD 2025–2029, dan program BERANI Cerdas dari Gubernur mendukungnya.

Meskipun begitu, Isnada menilai tantangan di lapangan masih besar. Geografi Sulteng yang luas dan sulit dijangkau menyebabkan ketersediaan sekolah, terutama PAUD, belum merata. Selain itu, faktor biaya tidak langsung—seperti transportasi, seragam, dan perlengkapan sekolah—masih menjadi kendala bagi keluarga kurang mampu.

“Data ATS yang belum diverifikasi juga membuat intervensi kebijakan sering kali tidak tepat sasaran,” paparnya. Di sisi lain, kualitas layanan PAUD dan SD juga dinilai belum merata.

Menutup pemaparannya, Tim Riset Unismuh Palu merekomendasikan sejumlah langkah strategis. Rekomendasi tersebut meliputi:

  • Penyediaan data ATS yang akurat dan terverifikasi.
  • Perluasan akses PAUD, terutama di wilayah terpencil.
  • Penghapusan biaya tidak langsung bagi siswa.
  • Peningkatan kolaborasi dengan pemerintah desa dan pihak swasta.
  • Peningkatan kualitas guru dan layanan sekolah.
  • Pelaksanaan monitoring-evaluasi secara berkala.

“Semua langkah itu perlu mendapat dukungan politik dan administratif agar kebijakan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” tutup Isnada.

Sumber – Pikiran Rakyat Sulteng

Tags: UMPalu

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1254 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    282 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Desember 16, 2025
Gambar kerjasama UMSA-UMP

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

November 9, 2025

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif