Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyepakati kerja sama strategis. Pertama-tama, mereka menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Kemudian, mereka melaksanakan Sosialisasi Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Mesir–Arab Saudi. Kegiatan berlangsung di kampus UMSA pada Kamis (6/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D. Beliau adalah Ketua KKN MAS Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekaligus, beliau menjabat sebagai Wakil Rektor IV UMP dan menjadi narasumber utama.
Jajaran pimpinan UMSA turut hadir dalam acara tersebut. Mereka adalah Rektor Ramadansyah, S.E., M.Ec.Dev., Wakil Rektor II Mahmu’ddin, M.Si., dan Wakil Rektor III Dr. Alivermana Wiguna. Selain itu, para dekan, kaprodi, dan sivitas akademika juga hadir.
KKN Timur Tengah Kembangkan Kompetensi Global
Dalam pemaparannya, Akhmad Darmawan menjelaskan program KKN di Mesir dan Arab Saudi. Program ini memberi mahasiswa peluang strategis. Oleh karena itu, mahasiswa dapat memperluas pengalaman dan membangun jejaring global. Di samping itu, program ini juga memperkuat kompetensi keislaman, kebangsaan, dan keilmuan mereka.
“KKN di Timur Tengah memberi nilai tambah luar biasa bagi mahasiswa. Ini mencakup aspek akademik, kepemimpinan, dan diplomasi budaya. Dengan demikian, program ini selaras dengan visi Muhammadiyah. Visi tersebut adalah melahirkan generasi unggul berwawasan global dan berkarakter,” ujar Akhmad.
Komitmen UMSA untuk Kolaborasi Berkelanjutan
Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama sivitas akademika UMSA. Rektor UMSA, Ramadansyah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Selanjutnya, ia juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UMSA untuk terlibat dalam KKN Internasional.
Terakhir, ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan. Kolaborasi ini melibatkan antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam penyelenggaraan program akademik.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Sebab, kerja sama ini adalah langkah nyata penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Semua berbasis nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tutupnya.
Sumber – Radio Republik Indonesia




Discussion about this post