Academiamu
No Result
View All Result
Minggu, Februari 15, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Hari Perdamaian Internasional : Merefleksikan Kelamnya Pelanggaran HAM

by academiamu
Oktober 2, 2021
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Hari Perdamaian Internasional : Merefleksikan Kelamnya Pelanggaran HAM
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional. Peringatan ini dilatarbelakangi oleh proposal Kosta Rika dan Inggris yang menjadikan pekan ketiga atau pada saat pemimpin dunia mendatangi Sidang Umum PBB sebagai hari perdamaian.

“Dalam perkembangannya, ada seorang sutradara asal Inggris yang ingin mendorong inisiatif ini lebih lanjut. Ia membayangkan setidaknya dalam 1 hari saja di dunia tidak ada yang tersedia,” ungkap Dr. Diah Kusumaningrum, Dosen Ilmu Hubungan Internasional UGM, dalam Podcast HI Episode 35: September Kelam pada Rabu (29/9).

RelatedPosts

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Pada tahun 2001 tepat pada saat PBB kedatangan Hari Perdamaian ini peristiwa sembilan sebelas  terjadi. Sehingga keputusan Hari Perdamaian Internasional ini baru diluncurkan pada tahun 2002.

“Peringatan disini artinya juga warning,” pungkas Diah.

Dalam bulan September ini banyak peristiwa pelanggaran HAM yang ada di Indonesia. Menurut Amnesti Internasional Indonesia tercatat berbagai peristiwadiantaranya adalah Pembunuhan Munir, Peristiwa Tanjung Priok, Pembunuhan Pendeta Yeremia, Peristiwa Semanggi Dua, hingga pada September tahun 2019 beberapa pelajar juga menjadi korban pelanggaran HAM saat Protes Reformasi Dikorupsi.

“September kelam ini juga terjadi secara global yaitu Black September, Penyekapan Atlet di Munich, dan pada peristiwa nine eleven,” ungkap Diah

Ayu Dias Rahmawati, M.A, dosen Hubungan Internasional UGM, dalam tanggapannya menuturkan dalam catatan Freedom House, skor demokrasi global menunjukkan penurunan selama 15 tahun terakhir.  Ayu dan Diah mengajak kita untuk merefleksikan pelanggaran HAM yang masih banyak terjadi baik secara global maupun di Indonesia yang disebabkan oleh kemunduran demokrasi.

Mengutip dari Richard Rorty, disebutkan bahwa upaya aktivis HAM belum bisa berhasil juga dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan dari institusi pendidikan. Peranan pendidikan yaitu perlu mendidik ulang pandangan bahwa sesama manusia itu sama utuhnya dan sama derajatnya.

Dalam konflik konsep inilah yang gagal untuk diterapkan secara global kita semua menyadari bahwa setiap manusia memiliki hak asasi, namun praktiknya pada saat konflik manusia gagal dalam memandang bahwa hak asasi juga melekat pada orang yang menghadapi dan merasa lebih berkuasa dibandingkan yang lain.

Kampus sebagai institusi sosial diharapkan dapat terus mendorong upaya penyelesaian pelanggaran HAM dan juga upaya pencegahannya dengan menciptakan lingkungan yang demokratis serta melindungi hak kebebasan akademik. (UGM)

Tags: HAMUGM

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1258 shares
    Share 503 Tweet 315
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    283 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Februari 8, 2026
Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Februari 7, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif