Academiamu
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Pendidikan Karakter: Sikap Tanggung Jawab Mahasiswa Di Masa Pandemi Covid 19

by academiamu
Oktober 19, 2021
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Pendidikan Karakter
157
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sejak Bulan Maret 2020  para pelajar mulai TK-SD sampai PT melaksanakan  pembelajaran  di rumah  dengan  virtual atau online, sebagai implementasi  peraturan pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi Covid 19. Perubahan proses pembelajaran yang mendadak dari pertemuan di kelas menjadi pembelajaran virtual. Hal tersebut jelas tanpa persiapan yang memadai baik pihak dosen, kampus  maupun orang tua serta mahasiswa itu.

Di satu sisi, dalam rangka menyongsong Revolusi Industri 4.0 pada program Merdeka  Belajar, mahasiswa memerlukan  transformasi pembelajaran agar  lulusan Pendidikan tinggi menjadi generasi yang unggul. Generasi yang tanggap dan siap menghadapi tantangan zamannya, tanpa tercerabut dari akar budaya bangsanya.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

Untuk menjawab permasalahan tersebut, dibutuhkan Pendidikan Karakter  dengan  karakteristik nilai-nilai baik (mengetahui nilai kebaikan,  mau berbuat baik, bertindak nyata dalam kehidupan yang baik, dan memberikan dampak kebaikan kepada lingkungan), terpatri dalam diri dan terwujud dalam perilaku. Diantaranya, karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).

Sikap menurut Ajzen adalah disposisi untuk merespon positif atau negatif pada objek, orang, lembaga, atau peristiwa. Berkaitan dengan sikap tanggung jawab, mahasiswa sebagai pebelajar dewasa dapat  menjalani perubahan dalam teknologi informasi secara cepat, apalagi mereka adalah kelompok millennial yang tidak terlepas dari gadget.  Menurut Warsono tanggung jawab individu sebagai warga negara yang baik,  meliputi  tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan dan Tuhan Yang Maha Esa.

Terkait dengan sikap tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan/masyarakat lebih ditekankan pada kepedulian terhadap lingkungan atau masyarakat. Perubahan teknologi, sosial, dan lingkungan sedang terjadi secara global.  Habisnya bahan bakar fosil, krisis air, perubahan iklim, permukaan laut naik. Meningkatnya kebutuhan energi dan air dan berkurangnya sumber daya alam. Oleh karena itu diperlukan peran mahasiswa dalam masyarakat, dengan mengubah mindset agar belajar di rumah menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan. Sebagai contoh sikap tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan, dengan melaksanakan kegiatan belajar yang menyenangkan yaitu dengan mengajak/mempelopori pemuda atau remaja memulai membangun ekonomi dengan memelihara ikan lele/patin/belut  atau beternak   ayam kampung/bebek/kambing  sesuai kondisi daerah yang ada. Dapat juga dengan melakukan pertanian dalam “Pot/polybag/wadah bekas” pada “Lahan Terbatas” atau “Rumah Kaca”, jadi “Bertani Modern” agar pemuda tertarik pada pertanian. Ilmu yang diperoleh waktu sekolah, mencari di google bertanya pada orang yang punya pengalaman bisa dipadukan oleh mahasiswa. Ingat Bela Indonesia,  “Beli dari Saudara kita sendiri”.  Agar ekonomi bergerak, menciptakan lapangan kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran dari orang-orang yang di-PHK. Sehingga tercipta pembelajaraan dengan pemanfaatan teknologi. Karena dengan “Bertani Modern” merupakan salah satu cara/teknologi untuk mengatasi perubahan iklim yang ada atau dengan kalimat lain teknologi yang digunakan tidak tergantung pada lahan yang luas dan iklim yang ada. Proses pembelajaran  langsung dan bermakna melalui eksplorasi, interaksi dengan lingkungan dan masyarakat, serta  dapat  membantu  menyelesaikan masalah dunia nyata.  Dengan demikian mahasiswa belajar dengan pendekatan berbasis kebutuhan individu dan berpusat pada siswa, sedangkan  dosen berperan sebagai fasilitator. (UMSurabaya) (Covid 19)

Dr. Dra . Badruli Martati, S.H., MA., M.Pd (Dosen Prodi PGSD FKIP UMSurabaya)

Baca Juga : DRRC UI-Unhan Perkenalkan Konsep Mitigasi Bencana Berbasis Pengalaman

Tags: Covid19UMSurabaya

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif