Academiamu
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Memetik Inspirasi Strategi menjadi Guru Besar dari Profesor Muda IPB University

by academiamu
Oktober 22, 2021
in Info Kampus, Inspirasi
Reading Time: 2 mins read
A A
Memetik Inspirasi Strategi menjadi Guru Besar dari Profesor Muda IPB University
155
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Profesor sebagai gelar akademik tertinggi, selaras pula dengan tanggung jawabnya yang tinggi terhadap bidang keilmuan yang didalami. IPB University dalam agenda rutinnya, “Professor Insight” mengangkat kisah, perjuangan dan strategi menjadi guru besar (21/10) yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting. 

“Proses ini butuh mindset yang kuat bahwa kita bisa. Yang penting semangatnya itu harus selalu dijaga. Dengan semangat yang kuat ingin menjadi profesor, kita juga bisa memberikan semangat untuk yang lain,” ujar Rektor IPB University, Prof Arif Satria. 

RelatedPosts

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Hukum Menjamak Salat demi Hiburan

Adapun dinamika itu, lanjutnya, adalah hal yang biasa. IPB University berusaha semaksimal mungkin menyediakan instrumen-instrumen yang dapat memudahkan para dosen.

Sementara itu, Prof Agus Purwito sebagai Wakil Rektor bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan dalam sambutannya juga menyampaikan, “Kenaikan pangkat itu adalah kewajiban sekaligus hak untuk dapat mengembangkan karir. Guru besar itu bukan gelar, tetapi jabatan. Jabatan guru besar harus diraih. Saat ini jumlah guru besar di IPB University sudah ada 202 orang.”

Menurutnya, persiapan terkait dokumen perlu dilakukan agar dapat diberikan tips oleh pembicara kita. Ia berharap acara ini dapat menginspirasi dan dapat memberikan pengalaman dari pembicara. 

Sebagai pembicara, Prof Anuraga Jayanegara, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University mengatakan bahwa seringkali para dosen hanya fokus pada tujuan namun tidak merencanakannya.

“Dapat  menulis jurnal adalah sebuah skill, bukan genetik. Kuncinya adalah keseimbangan yaitu pada karir dan keluarga. Baik akal, fisik, maupun mentalitas. Dan melakukan time management yang baik. Mudahkanlah urusan orang lain, tidak berbuat dzalim/berlaku adil, insyaAllah urusan kita juga akan dimudahkan,” terang Prof Anuraga Jayanegara.

Sementara itu, Prof Uju, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menceritakan bahwa tiga artikelnya sempat ditolak. Ini karena ada bahan kajian yang bukan komoditas perikanan sehingga nilai Angka Kredit Dosen (KUM) 550 tidak tercapai. Hal ini pun kemudian mendorongnya melakukan strategi.
“Saya menstrategikannya dengan memperbanyak riset, kolaborasi dan publikasi baik nasional maupun internasional dengan fokus ke komoditas perikanan. Publikasi pun fokus ke jurnal internasional bereputasi,” ujarnya. 

Menurut Prof Irmanida Batubara, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, jika sudah melakukan riset yang banyak, maka diperlukan dokumentasi serta perapihan data. 

Prof Asep Gunawan, Guru Besar Fakultas Peternakan juga memberikan tanggapan serupa. “Motivasi yang kuat sangat dibutuhkan. Baik dalam aktualisasi diri maupun kemanfaataan untuk institusi serta kesejahteraan. Dokumentasi adalah tugas besar yang perlu dipenuhi dan kita dapat menyimpannya di google drive yang lebih mobile. Terakhir adalah milikilah kekuatan spiritual yaitu dengan bersabar, berdoa, bersedekah dan bertawakkal,” ujarnya. (SMH/Zul, IPB)

Baca Juga : Ecoprint, Inovasi Daur Ulang Berbahan Tumbuhan

Tags: IPB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    286 shares
    Share 114 Tweet 72

Recent News

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

September 5, 2026
Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

September 4, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif