Academiamu
No Result
View All Result
Minggu, Maret 8, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Ahli Jelaskan Pentingnya Self-Acceptance Untuk Kesehatan Mental

by academiamu
November 17, 2021
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Ahli Jelaskan Pentingnya Self-Acceptance Untuk Kesehatan Mental
155
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dalam rangka membahas pentingnya kesehatan mental di lingkungan mahasiswa, Kementerian EPKM Kabinet ‘Akar Asa’ KM Institut Teknologi Bandung (ITB) 2020/2021 bersama Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB mengadakan Talkshow “Care: The Power of Self-Acceptance”, Minggu (8/11/21). Talkshow dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan Youtube channel Direktorat Kemahasiswaan ITB.

Narasumber pada talkshow ini adalah Dr. dr. Veranita Pandia, SP. KJ., M. Kes, Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan Dra. Isriana, Psikolog, Konselor Bimbingan Konseling Ditmawa ITB.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

“Memasuki dunia baru, tantangan baru di kampus, tugas-tugas menumpuk, hal-hal ini seringkali dirasa sangat berat dan bisa berdampak ke kesehatan mental. Tetapi ini bukan hal yang aneh atau jarang. Jadi, jangan ragu untuk meminta pertolongan,” ujar Prof. Reini dalam sambutannya kepada partisipan.

Kesehatan fisik dan mental saling berhubungan satu sama lain. Penyakit apapun yang diderita seseorang akan berkaitan dengan kesehatan mentalnya. Contoh, seorang penderita kanker mengalami depresi. Kesembuhannya menjadi lebih sulit dan lebih mudah untuknya memburuk akibat kondisi mentalnya yang tidak baik.

Konsep self-acceptance atau penerimaan diri diawali dengan pemahaman arti self. Self berarti pandangan, persepsi dan penilaian seseorang terhadap dirinya. Output yang diharapkan adalah kesadaran bahwa setiap orang memiliki kelebihan, kekurangan, konsep, dan nilai yang berbeda dengan orang lain.

Walaupun sekeluarga, tidak ada seorang pun yang persis sama. Manusia adalah individu yang unik dan itu perlu disadari. Apapun yang dimiliki, baik kelebihan maupun kekurangan, kemudian bisa diterima sebagai ketidaksempurnaan.

“Karena kalau kita menganggap, saya harus sempurna, tidak akan mungkin kita menerima diri kita karena tidak akan pernah kita menjadi sempurna,” ujar dr. Vera.

Ungkapan seperti “kamu harus pinter, tuh lihat si A” seringkali terdengar selama bermasyarakat. Ini menjadi tantangan dalam penerapan konsep penerimaan diri karena dapat menyebabkan terbentuknya ekspektasi di luar batas kemampuan diri seseorang.

“Kita tidak menuntut lebih dari apa yang bisa kita lakukan. Jadilah yang terbaik versi kita, tidak perlu melihat orang lain. Percayalah ketika berupaya untuk itu kita akan puas bahkan bisa jadi lebih baik dari yang ingin kita tiru,” jelas Dra. Ira.

Salah satu penanya bertanya bagaimana seorang introvert bisa aktif beroganisasi. Introvert dan extrovert adalah bentuk pengelompokkan kepribadian seseorang. Walaupun begitu, keduanya tidak seperti hitam dan putih, melainkan nuansa. Seseorang bisa sedikit abu-abu tetapi tetap masuk dalam range salah satu bentuk kerpibadian.

Sangat mungkin seorang introvert untuk nyaman sendiri dan juga nyaman serta bisa bergaul dengan teman. Perbedaan kedua kepribadian ini adalah jika ada masalah, seorang introvert cenderung ingin sendiri, sedangkan extrovert sebaliknya yaitu ingin berada dalam keramaian.

“Dalam organisasi kita bisa berperan dalam banyak hal. Pilih saja sebagai apa yang sesuai kepribadian. Tidak usah berkecil hati jika tidak seramah orang lain. Nikmati introvert itu. Tidak usah berubah menjadi extrovert,” jelas dr. Vera.

Reporter: Amalia Wahyu Utami (Teknik Fisika ITB)

Baca Juga : Retno Marsudi Cerita Soal Diplomasi RI Memperjuangkan Kesetaraan Akses Vaksin

Tags: ITB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1264 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif