Academiamu
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Studium Generale ITB: Pentingnya Regulasi dalam Perkembangan Teknologi

by academiamu
Februari 16, 2022
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Studium Generale ITB: Pentingnya Regulasi dalam Perkembangan Teknologi
161
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BANDUNG, itb.ac.id – Pada Rabu (16/2/2022), Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali melaksanakan acara Studium Generale yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube ITB. Acara hari ini mengusut topik Tantangan Perkembangan Teknologi, Demokrasi, dan Pentingnya Regulasi yang dibawakan oleh Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto, S.H., M.A., Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI.

Pada zaman sekarang, perkembangan teknologi telah mendeterminasi kehidupan, termasuk kehidupan berdemokrasi. Teknologi memberikan kekuatan dan peran kepada suatu individu. Prof. Henri menjelaskan bahwa prinsip dan regulasi lama kini tidak lagi relevan. Hal ini disebabkan karena percepatan dari perkembangan teknologi yang menempatkan dunia pada kondisi yang belum pernah kita alami. Di sinilah pentingnya seorang akademisi memainkan peran.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

Saat ini teknologi tidak hanya mencetak sejarah baru, tetapi juga dapat mengubah sejarah tersebut. Beberapa aliran kritis serta aliran teori yang berasal dari Frankfurt School, Chicago School, dan Toronto School juga mengatakan bahwa perubahan drastis teknologi memang mengubah sejarah. Hal ini terlihat dari era penemuan mesin cetak yang berhasil membawa perubahan dan menandai era kebangkitan baru (Renaisans).

Teknologi berkembang dengan sangat pesat terutama pada teknologi digital. Teknologi digital memungkinkan miliaran manusia saling terhubung satu sama lain, baik secara ekonomi maupun sosial. Keterhubungan ini disebabkan oleh teknologi digital yang memunculkan model bisnis, model politik, dan modek komunikasi yang baru. Hal ini membuat seseorang bisa menjadi seorang kritikus, wartawan, jurnalis, dll cukup dengan hanya memiliki gawai.

Namun, di era yang serba digital ini terdapat beberapa pihak yang sangat diuntungkan. Pihak tersebut adalah pihak yang memiliki platform digital secara global. Adanya surveillance capitalism membuat mesin-mesin digital bisa membaca perilaku manusia. Hal ini membuat manusia sebagai komoditas.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga itu menjelaskan, ada beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Misalkan dalam menggunakan media sosial. Media sosial yang mulai menimbulkan kebenaran semu merupakan hasil manipulasi kegaduhan dan komputasi propaganda. Misinformasi yang dianggap sebagai kebenaran sehingga menjadi sebuah realita di dalam pikiran membuat seorang menjadi fanatik.

Fanatisme kerap menjadi penyebab suatu negara runtuh. Fanatisme menyebabkan segelintir orang merasa bahwa realita yang ada di dalam pikiran mereka benar sehingga menimbulkan konflik yang memicu perang saudara. “Kalau dulu segregasi hanya berlaku secara fisik, sekarang sudah berlaku secara digital ketika semua berada di echo chamber yang sama,” tutur Prof. Henri.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena dunia digital, Pemerintah menghadirkan peraturan yang mengatur kehidupan di dalam dunia digital. Peraturan ini yang saat ini sering kita kenal sebagai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Reporter: Kevin Agriva Ginting (Teknik Geodesi dan Geomatika, ITB)

Baca Juga : Jangan Mengaku Data Scientist Jika Tidak Memahami Ini

Tags: ITB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif