Academiamu
No Result
View All Result
Jumat, Maret 6, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Mengapa setelah Bersikap Rasis terhadap Papua, Orang Baru Sadar dan Cenderung Mengingkari Sikapnya, Ini Kata Dosen UM Surabaya

by academiamu
Mei 14, 2022
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Mengapa setelah Bersikap Rasis terhadap Papua, Orang Baru Sadar dan Cenderung Mengingkari Sikapnya, Ini Kata Dosen UM Surabaya
165
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, sikap rasisme terhadap yang berbeda mengemuka ke publik dan memicu kontroversial. Dari ungkapan menteri memindah pegawai bermasalah ke Papua, tulisan di sosial media seorang guru besar sekaligus rektor yang menyebut manusia gurun dan yang terbaru dilakukan oleh seorang politisi senior lewat unggahannya yang bernada rasis terhadap identitas Papua.

Merespon hal tersebut, Radius Setiyawan, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mengungkapkan sebuah fenomena bahwa kebanyakan perilaku atau ungkapan rasis yang akhir-akhir ini banyak dibantah oleh pelakunya dengan berbagai dalih. Apalagi ketika hal tersebut memicu kontroversial di publik.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

“Perilaku atau ucapan rasis yang sebenarnya sudah sangat jelas ada kecenderungan dibantah dengan dalih beragam. Orang bersikap begitu bisa jadi karena rasa emosi kepada orang lain sehingga mengeluarkan makian rasis, bisa jadi keseleo lidah atau berbagai motif lain,”ungkap Radius dalam keterangan tertulisnya.Sabtu (14/05/2022)

Radius menegaskan bahwa berbagai motif di atas tentunya tidak selayaknya kita anggap sesuatu hal yang wajar atau kita maklumi. Justru kondisi tersebut memprihatinkan. Sikap rasis bisa jadi sudah mendarah daging dan berada di alam bawah sadar kita. Ungkapan ketidaksukaan terhadap yang berbeda atau dianggap melanggar dengan mudah diekpresikan dengan melabeli orang tersebut dengan identitas suku atau ras tertentu yang dianggap rendah.

“Ada kecenderungan membantah karena seringkali orang mengungkapkan sikap rasis dalam kondisi emosional atau di luar kontrol. Kalau level rasis sudah berada di level tersebut, tentunya itu alarm berbahaya bagi keberagaman kita,”ujar Radius yang menjadi pengampu mata kuliah Cross Culture Understanding (CCU)

Radius yang merupakan alumnus Kajian Budaya dan Media UGM juga menjelaskan bahwa pembentukan informasi dalam diri manusia yang penuh dengan labeling atau stereotype tentunya sesuatu hal yang bermasalah. Dalam konteks Indonesia, hal tersebut terbentuk tentunya terkait dengan berbagai faktor. Dari persoalan sejarah politik, relasi masa lalu yang tidak setara hingga jejak-jejak kolonialisme.

“Stereotype atas Papua menjadi contoh bagaimana sikap rasis seringkali mengemuka di ruang publik kita. Stereotype tersebut sudah terbentuk lama sehingga cenderung membuat seseorang tidak melakukan proses berpikir panjang, hati-hati, atau sistematis ketika mengeluarkan perilaku rasis,”ungkap Radius yang juga mahasiswa Doktoral Ilmu Sosial Universitas Airlangga konsentrasi komunikasi.

Radius juga menambahkan bahwa bekal pengetahuan atau wawasan yang diperoleh sedari kecil menjadi jalan pintas individu dalam memberikan label atau stereotype pada orang yang berbeda. Dalam sejarah Indonesia sikap rasis terhadap Papua tentunya mempunyai akar sejarah.

“Sejarah penaklukan Papua di masa lalu mempunyai dampak terhadap bagaimana kita menganggap Papua hari ini. Kolonialisme negara menjadi pemicu atas situasi tersebut, sehingga anggapan terhadap masyarakat kulit hitam ditempatkan masih sebagai makhluk yang belum dewasa (mature), terbelakang, bodoh dan layak untuk dijadikan hinaan atau lelucon. Khas cara berpikir kolonial,”tukasnya.

Baca Juga : dr. Maria Erika Pranasakti, Sp.PD. (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSND UNDIP): Pasien Diabetes Boleh Berpuasa, tetapi Harus Memperhatikan Kondisi Tubuh

Tags: UMSurabaya

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1264 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif