Academiamu
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Punya Daya Tarik Wisata, Mahasiswa KKN Tematik ITB Merintis Pengembangan Desa Wisata Geyongan di Arjawinangun

by academiamu
Agustus 21, 2022
in Info Kampus
Reading Time: 2 mins read
A A
Punya Daya Tarik Wisata, Mahasiswa KKN Tematik ITB Merintis Pengembangan Desa Wisata Geyongan di Arjawinangun
156
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BANDUNG, itb.ac.id — Konsep dan realisasi desa wisata sedang menjadi salah satu alternatif pengembangan wilayah pada beberapa dekade terakhir. Bukan tanpa alasan, hal ini terjadi karena pariwisata berbasis perdesaan cenderung lebih resisten terhadap berbagai intervensi dan disrupsi dari luar. Melihat peluang ini, tim KKN Tematik ITB mengadakan tema pengembangan desa wisata pada implementasi yang dilakukan di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinagun, Kabupaten Cirebon.

Potensi utama pengembangan Desa Wisata Geyongan adalah embung buatan dengan daya tampung air mencapai 70.400 m3. Lingkungan alam di sekitar embung masih berupa hamparan persawahan dengan lanskap alami yang menampakkan Gunung Ciremai dan perbukitan Majalengka. Laksma Satya (10320039) sebagai ketua kelompok 9 yang menangani tema Desa Wisata Geyongan menjelaskan bahwa suasana yang menenangkan saat matahari terbit dan tenggelam merupakan daya tarik utama bagi tempat ini. Gambaran awal pengembangan embung akan diarahkan menjadi tempat wisata air sekaligus perikanan lokal masyarakat. Tak hanya itu, tanah titisara milik desa yang terhampar luas di sekitar embung memiliki potensi yang besar untuk dijadikan peluang agrowisata.

RelatedPosts

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Hukum Menjamak Salat demi Hiburan

“Embung Geyongan sangat indah apalagi saat sore hari. Dari potensi ini, kalau mengacu dari rencana awal, embung akan difungsikan menjadi wisata air dan keramba apung. Luasnya lahan di sekitar embung juga dapat digunakan untuk tempat agrowisata,” jelasnya.

Inzagi Suhendar (12120111) selaku penanggung jawab program desa wisata menjelaskan, gambaran pengembangan desa wisata yang direncanakan tertuang dalam masterplan. Berdasarkan masterplan tersebut, program pengembangan desa wisata yang telah dilakukan meliputi program fisik dan nonfisik.

Program fisik diwujudkan dengan pembangunan fasilitas penunjang desa wisata yaitu dua buah saung berukuran 3m x 2m, gapura, dan petunjuk jalan. Sedangkan program nonfisik difokuskan pada penanaman pola pikir dan penyadaran masyarakat terhadap peluang pengembangan desa wisata beserta pengelolaannya.

“Desa Geyongan sebenarnya sudah ada masterplan, dan kami (peserta KKN) juga ada masterplan sendiri. Jadi pengembangan akan diarahkan untuk mencapai sinergi antara masterplan desa dengan masterplan KKN berdasarkan pembangunan yang telah dilakukan, kami lakukan,” tutur Inzagi.

Rancangan awal sistem pengelolaan embung akan diserahkan kepada Karang Taruna yang bekerja sama dengan BUMDES sebagai perwakilan pemerintah desa. Elemen utama dalam pengelolaannya dibagi menjadi tiga, yaitu pemerintah desa sebagai fasilitator, swasta sebagai pemilik modal dan kolaborator, serta masyarakat umum sebagai penggerak utama. Dalam menyiapkan skema ini, peserta KKN Tematik telah memberikan penyuluhan tentang pengembangan dan pengelolaan desa wisata kepada anggota Karang Taruna dan aparat desa.

“Harapannya pengembangan desa wisata ini bisa berkelanjutan, artinya tidak hanya sesaat saat kami (Peserta KKN) ada di Desa Geyongan. Kemudian kami berharap juga dengan adanya wisata embung ini bisa memberikan dampak positif bagi warga sekitar maupun warga luar, serta dapat menjadi cikal bakal desa wisata berdasarkan pembangunan yang kami lakukan dan rencana awal yang kami susun.”

Reporter: Hanifa Juliana (Perencanaan Wilayah dan Kota, 2020)

Tags: ITB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1281 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    286 shares
    Share 114 Tweet 72

Recent News

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

Nyeri Badan yang Ditanggung Pembatik Solo

September 5, 2026
Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

Belajar dari Dayak Iban Sungai Utik, Pakar ITB: Memahami Api dalam Sistem Pengelolaan Lahan

September 4, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif