Academiamu
No Result
View All Result
Minggu, Februari 15, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Mahasiswa IPB University Hasilkan Inovasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Berbasis Tanaman Lokal

by academiamu
Agustus 28, 2022
in Info Kampus, Inspirasi
Reading Time: 2 mins read
A A
Mahasiswa IPB University Hasilkan Inovasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Berbasis Tanaman Lokal
163
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sekelompok mahasiswa IPB University berhasil kembangkan pestisida nabati ramah lingkungan berbasis tanaman lokal, bernama Pestisida Lenosid. Mereka adalah Mira Nadhira, Sindi Pramanik Maharani, Fetti Andriyani Kurniya Ningsih, Naila Mazidah, dan Fatimma Adz-Zahra. Mereka tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) di bawah bimbingan Lia Nurulalia SP, MSi. 
 
Kegiatan PKM merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa). Tahun ini, tim PKM Pestisida Lenosid bersama ke-63 tim lainnya maju mewakili IPB University di ajang PKM 2022.
 
Mira dan tim menghadirkan inovasi pestisida nabati yang ramah lingkungan dengan mengangkat potensi tanaman lokal, yaitu mengkudu dan lerak. Pestisida nabati merupakan salah satu jenis pestisida yang mengandung bahan aktif dari tumbuhan ataupun bahan organik lainnya untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. 
 
“Penggunaan pestisida sintetis dengan dosis berlebih yang banyak dipraktikkan petani berpotensi menyebabkan turunnya produktivitas lahan di Indonesia. Permasalahan ini memicu kami, sebagai mahasiswa pertanian, untuk berkontribusi menanggulanginya. Yakni dengan cara membuat substitusi produk pestisida sintetis tersebut dengan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
 
Dalam mengikuti kegiatan PKM ini, Mira dan tim melakukan studi literatur mengenai tanaman lokal yang memiliki kandungan bahan aktif yang berpotensi sebagai pestisida. Dari informasi yang didapatkan, mereka mencoba untuk memadukan dua komoditas tanaman lokal, yaitu mengkudu dan lerak dan mengolahnya menjadi produk pestisida nabati.
 
“Kami mengolahnya dengan melakukan serangkaian percobaan dan pengujian,” imbuhnya.
 Menurutnya, mengkudu merupakan salah satu tanaman lokal yang dikenal memiliki aroma khas yang berpotensi sebagai zat repellent bagi hama karena mengandung asam kaproat. 

Adapun lerak yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai sabun memiliki kandungan saponin yang tinggi yang berpotensi sebagai perekat alami untuk bahan tambahan pada formulasi pestisida. Selain itu, kedua tanaman ini memiliki berbagai kandungan bahan aktif lain yang dinilai efektif untuk dijadikan sebagai pestisida. 
 
“Saat ini, kami mengeluarkan dua jenis produk pestisida nabati, yaitu Lenosid Ekstrak Murni dengan harga Rp 15.000 per 125 ml dan Lenosid Siap Pakai dengan harga Rp 17.000 per 250 ml. Keduanya sudah dapat dipesan secara langsung maupun melalui platform e-commerce,” jelas Mira.  Ia berharap produk ini akan mendukung upaya pertanian organik di Indonesia dan dapat membantu mengangkat potensi sumber daya lokal yang ada di Indonesia. (**/Zul)

RelatedPosts

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Tags: IPB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1258 shares
    Share 503 Tweet 315
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    283 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Mahasiswa Teknik Kimia UMS Ciptakan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Februari 8, 2026
Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Psikolog UMSURA Jelaskan Kasus Siswa SD di NTT yang Ditemukan Gantung Diri

Februari 7, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif