Academiamu
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Penderita Hipertensi Tidak Usah Khawatir, Kini Ada Garam Gamy Inovasi Peneliti IPB University

by academiamu
Oktober 8, 2022
in Info Kampus, Sainstekno
Reading Time: 2 mins read
A A
Penderita Hipertensi Tidak Usah Khawatir, Kini Ada Garam Gamy Inovasi Peneliti IPB University
156
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Garam Gamy, merupakan inovasi dari peneliti dan dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof Nurjanah. Garam ini terbuat dari rumput laut.
Garam ini berbeda dengan garam pada umumnya yang murni mengandung minimum 94 persen natrium klorida. Garam Gamy termasuk kategori garam diet yang cocok dikonsumsi untuk penderita hipertensi.

“Kandungan natriumnya relatif lebih rendah, kurang dari 50 persen. Rasio natrium dan kaliumnya mendekati satu. Namun masih memiliki cita rasa yang tetap asin dan enak seperti garam pada umumnya. Garam ini tidak menyebabkan hipertensi karena kadar natriumnya sebagian digantikan oleh kalium. Garam Gamy juga mengandung mineral seperti magnesium, zinc, besi, selenium, iodium dan unsur mineral lain yang dibutuhkan tubuh,” jelasnya dalam Basecamp (Bahasan Seputar Campus) oleh RRI Voice of Indonesia, (04/10).

RelatedPosts

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

Mahasiswa Unismuh Latih Public Speaking Siswa

Selain itu, lanjutnya, Gamy juga mengandung komponen bioaktif, antioksidan (pigmen yang terdapat pada rumput laut).  “Selain memberikan cita rasa asin, juga terdapat rasa umami. Memberikan rasa enak dan gurih pada masakan. Jadi tidak sekedar sehat,” jelasnya.

Menurutnya, penelitian garam Gamy berjalan cukup panjang. Latar belakang inovasi ini berasal dari kekhawatiran akan meningkatnya pasien penderita hipertensi. Hipertensi ini terjadi hampir pada semua status sosial mulai dari ekonomi rendah hingga tinggi. Salah satunya diakibatkan oleh pola konsumsi yang mengandung natrium tinggi.

Ia menjelaskan, garam ini diproses dari rumput laut yang dihancurkan dan dibersihkan dari air laut. Kemudian dilarutkan dengan air tawar dan diuapkan. Sebagian filtratnya masih terbawa pigmen dan serat, maka jadilah garam Gamy.  “Penelitian ini sudah mulai sejak tahun 2018 dan kini sudah berhasil dikomersialkan,” tuturnya.

Tantangannya adalah, imbuhnya, seharusnya produksi dilakukan di dekat pantai atau di atas kapal dekat tempat panen rumput laut. Saat ini jarak tempat panen ke tempat produksi cukup jauh sehingga berdampak pada tingginya biaya produksi. Menurutnya, bila bisa diterapkan akan sangat baik karena Indonesia kaya akan berbagai jenis rumput laut.

“Indonesia memiliki rumput laut berukuran besar atau makroalga dan sudah teridentifikasi 911 spesies. Namun hasil budidayanya tidak lebih dari tiga spesies yang sudah dikomersialkan. Maka dari itu kami membuat inovasi dengan memanfaatkan spesies rumput laut yang tidak pernah dikomersialkan yakni rumput laut hijau, coklat dan merah,” jelasnya.

Ia melanjutkan, garam ini bukan hanya sekedar dicampur dan ditabur pada berbagai makanan namun dapat dijadikan sumber mineral tambahan. Selain bagi penderita hipertensi, dapat dikonsumsi juga oleh orang yang kekurangan serat.
Selain garamnya, tambahnya, residu garam bisa dimanfaatkan sebagai sumber serat. Misalnya sebagai toping berbagai produk.

“Garam ini juga dinilai baik untuk mencegah stunting ataupun penyakit degeneratif. Terutama bagi mencegah kanker usus, karena dapat menjadi sumber serat yang sangat baik bagi Kesehatan,” tandasnya. (MW/Zul)

Tags: IPB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1254 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    282 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Desember 16, 2025
Gambar kerjasama UMSA-UMP

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

November 9, 2025

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif