Academiamu
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Soal #KaburAjaDulu, Pakar UM Surabaya: Bentuk Ekspresi Anak Muda, Pemerintah Tidak Perlu Sinis

by academiamu
Februari 20, 2025
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Soal #KaburAjaDulu, Pakar UM Surabaya: Bentuk Ekspresi Anak Muda, Pemerintah Tidak Perlu Sinis
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

#KaburAjaDulu masih ramai dan terus diperbincangkan di media sosial. Pakar UM Surabaya Radius Setiyawan menyebut bahwa hal ini merupakan ungkapan perasaan masyarakat atas dampak kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, pendidikan dan keadilan di dalam negeri.

“Kemunculan #KaburAjaDulu adalah bentuk tanggapan cepat yang secara reflek atas persoalan yang terjadi hari ini, itu adalah ekspresi kemarahan, kekecewaan, keputusasaan dan protes anak-anak muda yang disampaikan kepada publik kepada pemerintah lewat media sosial,”ujar Radius Rabu (19/2/25)

RelatedPosts

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

Mahasiswa Unismuh Latih Public Speaking Siswa

Radius menyebutkan bahwa ekspresi kekecewaan itu trending di medsos ketika pemerintah baru saja merilis tingkat kepuasan 100 hari kerja yang berada di angka 80%. Ada survei tingkat kepuasan, tetapi di sosial media menggema #KaburAjaDulu. Menurut Radius ini adalah sebuah anomali.

“Pemerintah itu dengan bangganya menyuguhkan rating (kinerja), tapi di satu sisi ada fenomena itu. Saya kira pemerintah perlu menjadikan itu perhatian,” ujarnya.

Menurut Ahli Sosiologi ini, #KaburAjaDulu itu bukan berarti masyarakat tidak nasionalisme. Justru melihat apa yang terjadi saat ini bagian dari rasa cinta dari generasi muda terhadap Indonesia.

“Ini mungkin kaitannya dengan efisiensi anggaran terutama di persoalan bidang penting seperti pendidikan, energi hingga penanganan bencana dan krisis iklim. Menurut saya itu bagian dari kecintaan mereka terhadap Indonesia. Bukan persoalan nasionalisme, justru GenZ mengungkapkan ekspresi kecewa dan pemerintah harus melihat itu,” katanya.


Menurut Radius, anak muda hari ini sangat sadar akan disparitas global, terutama yang berkaitan dengan kualitas hidup di berbagai negara yang semuanya bisa diketahui melalui media sosial. Disparitas global tersebut termasuk perbedaan jaminan kesehatan, kualitas pendidikan, kesempatan lapangan kerja, hingga kebebasan anak muda untuk berekspresi.

Radius juga menyayangkan sikap Wamenaker Immanuel Ebenezer yang justru menyatakan, “kabur saja lah. Kalau perlu jangan balik lagi”. Hal itu justru membuat situasi panas.

” Saya kira justru kontra produktif. Komunikasi pemerintah ke khalayak khususnya anak-anak muda harusnya tidak seperti itu. Approval rating itu akhirnya membuat orang ragu, dan menilai bahwa pemerintah anti kritik dan sebagainya. 


“Kalau melihat secara gramatikal #KaburAjaDulu itu menegaskan bukan permanen, mungkin merasa ketidakpastian kondisi sehingga ingin pindah dulu, ketika suasana membaik dia akan kembali. Bukan pindah permanen. Itu mewakili keresahan publik terutama GenZ,” tambahnya.

Radius menegaskan, saat ini PR pemerintah adalah persoalan komunikasi publik. Tidak seharusnya bentuk ekspresi generasi muda ditanggapi dengan sinis dan antagonis. Kabinet yang kinerjanya masih panjang harus mendengarkan masukan-masukan anak muda dan perlu melakukan perbaikan-perbaikan.

“Bisa jadi menggemanya tagar #KaburAjaDulu bentuk kegagalan pemerintah dalam menjelaskan terkait efisiensi. Padahal efisiensi ini banyak dilakukan di banyak negara. Bagaimana efisiensi itu ketika dijelaskan ke publik harus ada rasionalisasi yang kuat,” ujarnya.
Menurut Radius, pemerintah harus menjelaskan soal logic efisiensi dalam rangka apa? Apa keuntungan yang bisa dirasakan. Menurutnya yang pertama ini adalah  persoalan komunikasi. Kedua pemerintah harus benar-benar membuktikan bahwa efisiensi ini mempunyai relevansi terhadap perkembangan peningkatan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu wujud dari efisiensi itu apa dan programnya apa.  

“Misal terlalu banyak perjalanan dinas, berarti bagaimana pola yang baru? Saya kira masyarakat kita akan menerima ketika pemerintah meyakinkan publik. Yang menjadi masalah pemerintah memberikan komunikasi yang sifatnya antagonis,” tegasnya.


Berbeda dengan statement Wamenaker Immanuel Ebenezer, Radius justru mengapresiasi statement  Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla yang justru menyebut bahwa hastag #KaburAjaDulu adalah bentuk ekspresi anak muda dalam melihat realitas sosial, dan hal ini tidak boleh ditanggapi secara negatif, tetapi seharusnya menjadi momentum untuk memberikan pemahaman bahwa bekerja di luar negeri bisa dilakukan dengan jalur yang aman, terlindungi dan terjamin. Menurut Dzulfikar bukan sekadar “Kabur” tapi mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup agar sukses di negeri orang.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Tags: UMSurabaya

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1254 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    282 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Desember 16, 2025
Gambar kerjasama UMSA-UMP

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

November 9, 2025

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif