Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mengadakan pelatihan di Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Acara pada Sabtu, 19 Juli 2025, ini berfokus pada peningkatan nilai tambah produk agroindustri lokal dan literasi keuangan digital. Program ini secara khusus menyasar anggota PKK desa untuk memberdayakan ekonomi perempuan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Desa Manimbahoi, Drs. Kamaruddin, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, ibu-ibu PKK, serta tim pelaksana dari Unismuh. Dr. Nadir, S.P., M.Si., Dr. Mira, S.Ak., M.Ak., Muh. Ikmal Saleh, S.P., M.Si., dan Dr. Dewi Sartika, S.TP., M.Si. merupakan anggota tim Unismuh.
Ketua tim pelaksana, Dr. Nadir, menjelaskan bahwa timnya merancang pelatihan ini dalam lima tahap pengabdian.
Lima Tahapan Pemberdayaan Ekonomi dan Digital
- Pengolahan Agroindustri: Pertama, Dr. Dewi Sartika memberikan pelatihan tentang pengolahan produk agroindustri lokal, seperti saus tomat dan olahan lain dari komoditas pertanian desa. Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah produk.
- Literasi Keuangan Digital: Kedua, Dr. Mira menyampaikan materi ini untuk mendukung keberlanjutan usaha. Peserta diajarkan untuk mencatat dan mengelola keuangan usaha secara terpisah dari keuangan rumah tangga. Selain itu, mereka juga belajar menggunakan teknologi digital dalam pembukuan.
- Kemandirian Ekonomi Perempuan: Sejalan dengan itu, pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha bernilai tambah tinggi. Ini akan memperkuat peran perempuan dalam ekonomi keluarga, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
- Kontribusi pada SDGs: Lebih lanjut, program ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokusnya pada pengurangan kemiskinan (SDG 1), kesetaraan gender (SDG 5), dan pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi (SDG 8).
- Pemberdayaan Berkelanjutan: Terakhir, Dr. Nadir menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan. Sebaliknya, tim Unismuh akan melanjutkan dengan pendampingan jangka panjang. Langkah ini bertujuan agar program ini dapat menjadi model yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Sulawesi Selatan.
Kepala Desa Manimbahoi, Drs. Kamaruddin, sangat mengapresiasi inisiatif Unismuh ini. Ia berharap pelatihan ini membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan baru dalam meningkatkan kualitas produk, nilai jual, dan pengelolaan keuangan usaha.
“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan menarik bagi pasar. Pelatihan literasi keuangan juga sangat penting agar mereka lebih mandiri dan profesional dalam mengelola keuangan,” ujar Kamaruddin.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus berlanjut melalui pendampingan. “Kolaborasi ini saya yakini akan membawa Desa Manimbahoi menjadi desa yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.



Discussion about this post