Academiamu
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home blog

Ahli Parasitologi UMY Soroti Bahaya Infeksi Cacing pada Anak

by Academiamu Writer
Agustus 27, 2025
in blog, Info Kampus
Reading Time: 2 mins read
A A
Gambar Cacingan
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dr. Farindira Vesti Rahmasari, seorang ahli parasitologi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), memberikan penjelasan mengenai kasus kematian seorang anak berusia empat tahun akibat infeksi cacing. Ia menilai hal tersebut masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia dan sering luput dari perhatian.

Dr. Farindira menjelaskan bahwa infeksi cacing terjadi ketika telur atau larva cacing masuk ke dalam tubuh, biasanya melalui makanan, minuman, atau tanah yang sudah terkontaminasi. Jika infeksi ini tidak diobati dalam waktu lama, jumlah cacing di dalam tubuh dapat bertambah secara signifikan, bahkan bisa mengganggu fungsi organ vital.

RelatedPosts

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

Mahasiswa Unismuh Latih Public Speaking Siswa

“Kasus ini kemungkinan besar dipicu oleh kebiasaan anak bermain di tanah kotor, kurangnya kebiasaan mencuci tangan, dan lingkungan yang tidak higienis. Penularan dapat terjadi melalui kotoran manusia yang mengandung telur cacing, kemudian masuk lewat makanan, minuman, atau tangan yang kotor. Infeksi berulang tanpa penanganan dapat menimbulkan hiperinfeksi, sehingga jumlah cacing di usus sangat banyak,” jelasnya.


Kenali Gejala dan Dampak Serius

Dr. Farindira juga menyebut beberapa jenis cacing yang umum menyerang anak-anak, seperti cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing tambang, dan cacing cambuk. Infeksi dalam jumlah besar dapat menyebabkan malnutrisi, sumbatan usus, peritonitis, dan bahkan kematian.

“Infeksi berat bisa memicu komplikasi serius seperti sumbatan usus dan peritonitis. Hal inilah yang mungkin menyebabkan kematian anak di Sukabumi tersebut. Seringkali, orang tua tidak menyadari gejala awal cacingan. Biasanya anak mengalami perut buncit, nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, serta keluhan seperti sakit perut dan mual tanpa sebab yang jelas,” tutur dr. Farindira.

Ia juga menambahkan bahwa terkadang gejala muncul pada saluran pernapasan. Hal ini terjadi karena larva cacing bermigrasi melalui paru-paru. Pada kasus yang sangat parah, cacing bahkan bisa keluar dari tubuh melalui muntahan, kotoran, hidung, atau telinga anak.

Pentingnya Pencegahan dan Kesadaran Orang Tua

Dr. Farindira menekankan pentingnya pencegahan. Ia menyebut bahwa pemerintah sudah memiliki program pemberian obat cacing, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran orang tua.

“Pencegahan jauh lebih penting. Obat cacing sudah menjadi program pemerintah, namun keberhasilannya tergantung pada kesadaran orang tua. Selain itu, kita juga harus menjaga kebersihan makanan, minuman, dan kebiasaan mencuci tangan anak,” tegasnya.

Sumber – Muhammadiyah

Tags: UMYogyakarta

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1254 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    282 shares
    Share 113 Tweet 71

Recent News

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Sosialisasi dan Workshop E-MESp 4Cs Mobile Terintegrasi Sekaresidenan sebagai Uji Coba Tahap 2

Desember 16, 2025
Gambar kerjasama UMSA-UMP

UMSA dan UMP Kerja Sama KKN Internasional

November 9, 2025

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif