Academiamu
No Result
View All Result
Sabtu, April 4, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Dr Yonvitner Paparkan Lima Pilar Ketahanan dari Ekosistem Mangrove

by academiamu
November 27, 2021
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Dr Yonvitner Paparkan Lima Pilar Ketahanan dari Ekosistem Mangrove
160
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dr Yonvitner, Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University, menyampaikan lima pilar ketahanan yang dapat diraih dengan ekosistem mangrove. Pilar-pilar tersebut ia sampaikan dalam webinar revitalisasi wilayah pesisir melalui rehabilitasi ekosistem mangrove yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan, 17/11.

“Pilar pertama yang diangkat adalah ketahanan ekologi.  Peran mangrove dalam mengatur struktur ekologi lingkungan sangat besar,”  terang Dr Yonvitner.  

RelatedPosts

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Pakar Hukum Internasional: Konflik AS–Israel–Iran Berpotensi Picu Krisis Energi dan Perang Global

Ia menerangkan, ekosistem mangrove mampu mengatur struktur tropik dari produksi primer sampai sekunder, serta menjadi penyangga dan sebagai regulator.  Menurutnya, ketika peran sebagai pengatur ekologi hilang, maka akan terjadi kekacauan ekologi yang luas.

Pilar kedua, kata Dr Yonvitner, yaitu ketahanan iklim, yang menjadi peran utama mangrove.  “Kita sudah mendapati bahwa fungsi mangrove sebagai pengendali iklim empat kali lebih besar dari yang lainya, baik itu sebagai penyerap maupun penyimpan karbon,” tambah Dr Yonvitner, dosen IPB University.  

Dalam berbabagi riset yang dilakukan PKSPL IPB University, katanya, potensi serapan karbon oleh mangrove mencapai 32 ton  per hektar. Kemampuan menyerap karbon ini bervariasi berdasarkan ketebalan dan kualitas mangrovenya.  

“Berdasarkan data analisis dari roadmap NDC, potensi kehilangan ekonomi dapat mencapai 1800 trilyun sampai 2030 atau antara 24 sampai 41 persen dari profuk domestik bruto (PDB) kita.  Untuk itu, proses pengelolaan mangrove menjadi sangat penting,” kata Dr Yonvitner.

Pada pilar ketiga, Dr Yonvitner menyampaikan bahwa mangrove dapat memperkuat ketahanan bencana di wilayah pesisir. Baik bencana karena hidrometeorologi seperti angin puting beliung, badai cyclon tropis dan serta bencana karena dampak gempa dan tsunami.  

Lebih lanjut, Dr Yonvitner menerangkan, pilar keempat adalah ketahanan ekonomi, dimana fungsi ekonomi mangrove saat ini banyak sekali.  Baik dari ekonomi langsung, maupun dari ekonomi jasa ekosistem mangrove.  

“Banyak daerah pesisir bermangrove yang kemudian menjadi tempat wisata.  Selain itu produk dan komoditas mangrove juga menghasilkan produk turunan yang besar sekali potensinya,” katanya.

Pilar kelima adalah ketahan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahwa sesungguhnya kawasan mangrove menjadi ruang pembelajaran. Menurutnya, program kampus merdeka bisa didorong dengan menjadikan kawasan mangrove sebagai stasiun dan laboratorium lapang pendidikan tinggi.  “Pengembangan riset tropis di daerah mangrove akan mampu menarik peneliti internasional melakukan riset di Indonesia.  Inilah daya tarik pendidikan di Indonesia dibandingkan dengan negara lainya,” pungkas Dr Yonvitner.

Di akhir paparanya Kepala PKSPL IPB University itu menyampaikan bahwa pendekatan dalam memperkuat kepedulian dan peran terhadap mangrove dapat dilakukan dengan membangun kerjasama multi pihak (multi stakeholder), pendekatan berbasis masyarakat (desa) dan berbasis evidence dan sain yang dapat diandalkan.  Dengan demikian, maka Langkah untuk menjadi ekosistem kita sebagai ruang pendidikan masa depan akan dapat terealisasi. (IPB)

Baca Juga : Dr. Adhi S. Soembagijo: Ketika Manusia Mempercayakan Mesin untuk Belajar dan Beradaptasi

Tags: IPB

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    285 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

April 3, 2026
Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

April 2, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif