Academiamu
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Dosen FAI UM Surabaya Paparkan Jenis Penyakit Hati dalam Islam yang Perlu Diwaspadai

by academiamu
Juli 15, 2022
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Dosen FAI UM Surabaya Paparkan Jenis Penyakit Hati dalam Islam yang Perlu Diwaspadai
158
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Hati merupakan salah satu organ tubuh manusia yang mempunyai fungsi penting bagi kesehatan tubuh, mulai dari menghancurkan racun di dalam saraf, menghasilkan protein hingga membantu proses pencernaan.

Dalam perspektif Islam hati merupakan hal pokok dari segala perilaku manusia, jika hatinya baik maka perilakunya akan baik, akan tetapi apabila hatinya buruk maka akan berakibat buruk terhadap perilaku manusia.

RelatedPosts

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Pakar Hukum Internasional: Konflik AS–Israel–Iran Berpotensi Picu Krisis Energi dan Perang Global

Thoat Stiawan Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UM Surabaya menjelaskan, hati yang buruk disebut dengan hati berpenyakit. Penyakit hati sering diidentikkan dengan beberapa sifat buruk atau tingkah laku tercela (al-akhlaq al-mazmumah). Penyakit hati yang pertama diantaranya adalah sikap sombong (Takabur).

“Perasaan sombong adalah saat seseorang memiliki kebanggaan berlebih pada kemampuan diri sendiri. Ia memandang dirinya tinggi dan enggan mengakui bahwa ada orang lain yang lebih baik,”jelas Thoat Jumat (15/7/22)

Allah SWT sangat membenci sifat ini karena merupakan penyebab kafirnya iblis. Dalam QS. Al-Isra ayat 37 kita diminta untuk menjauhi sifat sombong. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung,” (QS. Al-Isra:37).

Kedua adalah mengagumi diri sendiri (ujub), sifat sombong ada karakter ujub yang merujuk pada kecendrungan mengagumi diri sendiri. Kebiasaan inilah yang menjadi akar rasa sombong di dalam hati seseorang.

Rasulullah pernah bersabda; “Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri),” (HR. Abdur Razaq).

Ketiga iri dengki (Hasad), menurut Thoat tanda utama penyakit ini adalah tidak senang saat melihat orang lain bahagia, sukses, atau mendapat rezeki lebih. Kondisi paling parah adalah ketika kamu berdoa agar kebahagiaan orang lain berpindah padamu. Perlu pahami, iri dengki adalah salah satu penyakit yang bisa menggugurkan pahala.

Ini senada dengan ucapan Rasulullah dalam hadis riwayat Abu Dawud “Waspadalah terhadap hasad, sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu,” (HR. Abu Dawud).

Keempat suka pamer (riya),  sifat ini muncul saat melakukan hal yang baik. Hati-hati, perilaku seperti ini bisa menghilangkan pahala dari amalan kebaikan .Pasalnya, kebiasaan pamer atau riya termasuk penyakit hati dalam Islam yang tidak Allah Swt sukai.

Terakhir kikir (bakhil). Dasar utama dari perilaku ini adalah perasaan bahwa apa yang kamu miliki masih kurang. Akibatnya, kamu tidak mau membagi rezeki kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Padahal harta yang dimiliki sudah lebih dari cukup untuk hidup dengan nyaman.

Di dalam Al-Qur’an surah Al-Imran ayat 180, dijelaskan bahwa mereka yang kikir di hari kiamat kelak harus membawa hartanya dengan mengalungkannya.

“Menurut Imam Ibnu Qoyim, ada cara mengatasi penyakit hati yaitu: pertama, membaca Al-Qur’an dan tadabbur (merenungkannya). Kedua, rajin mengosongkan perut (shaum). Ketiga, mendirikan shalat malam (tahajud). Keempat, merendahkan diri di hadapan Allah (dengan do’a dan dzikir). Kelima, bermajelis (bergaul) dengan orang-orang sholeh atau mengikuti kajian-kajian ke Islaman,”tegasnya.

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1272 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    285 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran

April 3, 2026
Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

Viral Tren Jastip Nyekar, Dosen UMSURA Soroti dari Perspektif Hukum Islam

April 2, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif