Academiamu
No Result
View All Result
Selasa, Maret 17, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Sains Data dan Implementasinya dalam Agrikultur

by academiamu
November 8, 2021
in Info Kampus, Internasionalnews
Reading Time: 2 mins read
A A
Sains Data dan Implementasinya dalam Agrikultur
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sains data merupakan ilmu terapan yang sedang marak dikembangkan. Bidang ini secara khusus mempelajari dan menganalisis bagaimana cara untuk mendapatkan masukan dari set data yang ada. Pada Rabu (27/10/2021), Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) SITH ITB mengundang Dr. Juro Miyasaka dari Kyoto University sebagai pemateri dalam acara Visiting Professor Program: International Guest Lecture.

Kuliah tamu yang dibawakan olehnya pada hari ini bertajuk “Basic of Data Science and Applications to Agricultural Production”. Pemaparan ini dibuka dengan pemberian pemahaman mengenai proses standar dalam penambangan data, yaitu cross industry standard process for data mining atau yang lebih lazim disingkat menjadi CRISP-DM.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

“Umumnya, CRISP-DM digunakan untuk penambangan data pada sektor bisnis sehingga memiliki tahap awal berupa memahami bisnis. Sedangkan pada penerapan di bidang agrikultur, maka tahap pertama adalah untuk memahami produksi agrikultur itu sendiri,” kata Dr. Juro Miyasaka. Ia menambahkan, sains data dapat digunakan untuk machine learning, baik itu supervised learning maupun unsupervised learning bagi pengembangan bidang agrikultur.

Penggunaan metode dari sains data lainnya adalah regresi linear. Metode ini biasa digunakan untuk memprediksi jumlah berdasarkan data yang ada dengan melatih model terlebih dahulu, contohnya adalah ketika memprediksi jumlah produksi beras berdasarkan perolehan data beberapa tahun sebelumnya.

“Membuat model dari data yang ada merupakan hal yang mudah namun hasil yang didapatkan belum tentu optimum,” katanya. Dr. Juro kemudian mengingatkan bahwa pada tahap pelatihan model, yang harus diperhatikan secara seksama adalah mengenai peristiwa over fitting; ketika data yang digunakan untuk melatih model hanya diambil yang terbaik saja sehingga ketika dilakukan tes menggunakan data yang berbeda, akurasinya menjadi sangat rendah.

Penggunaan model prediksi berdasarkan set data pada bidang agrikultur, menurut Dr. Juro, dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya suatu penyakit. Sebagai contoh penyakit Coleosporium plectranthi Barclay pada tanaman Perilla, data yang perlu dikumpulkan sebelum model prediksi dapat diibuat adalah temperatur dan kelembaban tanaman, temperatur media tanam, serta tinggi dari tanaman. Data didapatkan dari pengambilan data secara manual maupun menggunakan sensor yang dilakukan dalam selang 10 menit. “Prediksi penyakit pada tanaman ini diolah menggunakan metode support vector machine dan random forest,” ujarnya.

Contoh lainnya yang diberikan pada pemaparan ini adalah prediksi laju tumbuh tanaman Mizuna menggunakan data lingkungan. Tidak seperti model prediksi penyakit pada tanaman Perilla, metode yang digunakan untuk laju tumbuh adalah korelasi serta Adaboost k-nearest neighbor. Data yang dikumpulkan pun jauh lebih kompleks, yakni rata-rata temperatur dan kelembaban media tanam, rata-rata temperatur lingkungan, rata-rata temperatur lingkungan saat malam hari, rata-rata konsentrasi karbondioksida lingkungan, dan rata-rata kelembaban lingkungan. Data ini juga diambil dari ukuran tinggi tanaman yang berbeda.

Sebagai penutup, Dr. Juro Miyasaka menekankan bahwa metode pada bidang sains data masih sangat luas untuk dieksplorasi dan diaplikasikan pada produksi agrikultur.
Reporter: Athira Syifa P. S. (Teknologi Pascapanen, ITB)

Baca Juga : Mahasiswa UMG Raih Prestasi Tingkat Nasional & Internasional

Tags: ITBSains

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif