Academiamu
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Marak Pernikahan Dini Terjadi, Dosen UM Surabaya: Waspada Kanker Rahim hingga Stunting

by academiamu
Juni 13, 2022
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Marak Pernikahan Dini Terjadi, Dosen UM Surabaya= Waspada Kanker Rahim hingga Stunting
158
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Beberapa minggu lalu masyarakat dihebohkan oleh pernikahan dini  anak SMP yang terjadi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Diketahui keduanya masih berusia 15 tahun dan 16 tahun. Hal tersebut menarik perhatian Fulatul Anifah Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) untuk memberikan tanggapan.

Menurut Fula praktik perkawinan dini selain merusak masa depan anak dan merampas hak asasinya juga akan berdampak pada kesehatannya. Salah satu risikonya adalah kanker rahim dan stunting.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

“Pertama adalah risiko masalah kesehatan karena harus hamil dan bersalin pada usia yang belum matang secara reproduksi, sehingga berisiko pada kecacatan pada anak, ibu meninggal saat melahirkan,”jelas Fula dalam keterangan tertulis Senin (13/6/22)

Menurutnya leher rahim seorang remaja perempuan masih sensitif jika dipaksakan untuk hamil dan berisiko mengalami kanker leher rahim di kemudian hari.

Fula menjelaskan usia reproduksi sehat bagi perempuan adalah diantara 20 – 30 tahun. Risiko menderita anemia selama masa kehamildan dan saat melahirkan juga dapat terjadi, sebab ketika pernikahan usia dini terjadi, mereka masih dalam usia remaja dimana pada usia ini adalah masa pertumbuhan yang memerlukan gizi lebih banyak sehingga apabila terjadi kehamilan maka akan terbagi penyerapan gizi pada ibu dan janin.

“Hal ini akan berisiko kurangnya gizi pada ibu yang berisiko muncul anemia dalam kehamilan serta kurangnya nutrisi ke janin yang nantinya akan dapat memicu munculnya masalah stunting,”imbuhnya lagi.

 Fula menyebut masalah stunting  ibarat seperti lingkaran siklus. Bahwa ibu yang stunting akan melahirkan anak stunting.

Di akhir keterangannya ia menegaskan pentingnya remaja mendapatkan informasi yang baik, agar tidak salah menentukan rencana masa depan baik dalam hal pendidikan, pernikahan, termasuk kesehatannya. Serta menjadi pelopor remaja sehat dana kan melahirkan generasi masa depan yang berkualitas.

Tags: UMSurabaya

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif