Academiamu
No Result
View All Result
Rabu, Maret 11, 2026
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
Subscribe
Academiamu
  • Beranda
  • Advetorial
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh
No Result
View All Result
Academiamu
No Result
View All Result
Home Info Kampus

Ketahanan Pangan di Indonesia Masih Jadi Ironi

by academiamu
Oktober 19, 2022
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
Ketahanan Pangan di Indonesia Masih Jadi Ironi
157
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pangan seringkali kita anggap sebagai hal sepele, namun ternyata pangan justru membuat kalang kabut seluruh dunia. Hal ini dapat dilihat karena tiga hal yang menjadi penyebab dari terjadinya krisis pangan di dunia. Pertama dari kondisi pasca pandemi Covid-19, adanya masalah geopolitik antara Rusia-Ukraina, dan perubahan iklim yang turut mempengaruhi keberlangsungan ketahanan pangan di seluruh dunia. Selain itu, ketahanan pangan di Indonesia juga masih menjadi ironi di tengah maraknya impor gandum dan kacang-kacangan yang sangat besar.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Amalia selaku Ketua Slow Food Yogyakarta dalam acara Talkshow memperingati Hari Pangan Sedunia dan Student Fair yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LPKA UMY). Acara talkshow ini turut mengangkat tema “Explore, Experience, Expand” pada hari Rabu (19/10) di Gedung Sportorium UMY yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas di UMY.

RelatedPosts

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

Ketua Slow Food Yogyakarta ini juga menambahkan bahwa ketahanan pangan di Indonesia sendiri masih sangat ironi. “Indonesia menjadi negara dengan panen raya berlimpah akibat keberagaman tanaman dan makanan yang ada. Namun hal ini sungguh ironi dengan impor besar-besaran yang kita lakukan pada gandum dan kacang-kacangan. Untuk itu kita harus meminimalisir hal tersebut agar hasil pertanian dalam negeri kita bisa terus bersaing dengan produk-produk impor,” paparnya.

Menyoroti persoalan ketahanan pangan tersebut, Amalia mengajak para generasi muda untuk sadar akan pentingnya memilah makanan sekaligus berpartisipasi dalam mempertahankan pangan. “Makanan menjadi sumber energi utama dalam tubuh dan juga menjadi salah satu obat mujarab. Untuk itu kita sebagai generasi muda harapan bangsa harus pintar-pintar dalam memilah makanan yang akan kita makan, termasuk darimana makanan itu berasal sampai proses pengolahan makanannya. Selain itu, sebagai generasi muda kalian bisa berpartisipasi dalam event-event kegiatan pangan sebagai bentuk dukungan kalian dalam mencintai produk dalam negeri,” ujarnya

Lasiyo Syaifuddin selaku Petani Pisang juga turut menyampaikan pada generasi muda pentingnya menerapkan ketahanan pangan dengan mencoba bertani dari sekarang. “Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan pangan adalah dengan bertani. Para generasi muda dari sekarang bisa mencoba untuk memulai bertani kapan saja, bertani tidak selalu susah, buktinya saya bisa mengembangkan ladang pisang, karena dengan modal pisang saya bisa mengolah limbah menjadi rupiah,” tuturnya.

Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P., IPM, Rektor UMY juga menyampaikan dalam sambutannya terkait pentingnya partisipasi generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan. “Saya berharap di Hari Pangan Sedunia ini mahasiswa UMY terkhusus yang bergelut di fakultas pertanian dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan turut berpartisipasi menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya. (YA)

Tags: UMY

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN Lembaga Bimbingan Belajar CLeFUN

Popular News

  • Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    Keadaan VUCA Menjadi Semakin BANI

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Prof. Dr. Muji Setiyo, S.T., M.T Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Peran Statistika Dalam Era Digital

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dirjen Pendidikan Tinggi : Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • WANITA BERKERUDUNG ITU PENDIRI UNIVERSITAS PERTAMA DI DUNIA

    284 shares
    Share 114 Tweet 71

Recent News

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 3

Februari 18, 2026
PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 1

PENERAPAN PERDANA KHGT: UJIAN TERHADAP IKHTIAR Bagian 2

Februari 18, 2026

Kategori

  • Advetorial
  • blog
  • Info Kampus
  • Inspirasi
  • Internasionalnews
  • Opini
  • Sainstekno
  • Sosok
  • Tokoh

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

ACADEMIAMU

“Berita Academia Nomor Satu Di Indonesia.”

 

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepage
    • Beranda
    • Advetorial
    • Info Kampus
    • Inspirasi
    • Internasionalnews
    • Opini
    • Sainstekno
    • Sosok
    • Tokoh

© 2021 Portal Berita Media Online Nasional Academiamu ~ Smart Inovatif Inspiratif